Tag Archives: pembelajaran

Pemerintah menyatakan siap melaksanakan seleksi CPNS 2013 untuk honorer kategori dua (K2). Diperkirakan 630 ribu lebih honorer K2 akan berebut mendapatkan kursi CPNS.

Meski belum mendapatkan jumlah kuota CPNS dari honorer K1, namun menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno, kemungkinan besar akan banyak yang teranulir. Ini dilihat dari pengalaman pengangkatan honorer K1 yang awalnya sekitar 520 ribu lebih, menyusut menjadi 49.714 orang (honorer K1 yang clear).

“Pasti berkurang banyak, nanti ketahuan usai tes nanti,” ujarnya yang dihubungi, Minggu (23/12).

Berbeda dengan honorer K1 yang dilakukan verifikasi dan validasi (verval) sebelum uji publik, untuk K2 dilakukan tes sesama honorer terlebih dahulu. Honorer yang lulus tes kemudian diverval. Hasil verval selanjutnya diuji publik untuk mendapatkan masukan dari masyarakat.

“Kenapa kita tes dulu baru verval? Itu karena terbatasnya anggaran. Apalagi data honorer K2-nya sangat banyak. Kalau dipaksakan harus diverval kemudian dites akan memakan anggaran sangat banyak,” tutur Eko.

Mengenai kuota honorer K2, dia menambahkan, pemerintah belum menetapkan jumlahnya. Nanti setelah tahapan proses pengangkatan honorer K2 selesai, baru ditetapkan kuotanya. Itupun tidak serentak diangkat 2013 tapi dibuat bertahap sampai 2014.

“Jumlah formasi honorer K2 nanti ketahuan setelah selesai tahapan seleksinya. Kalau sekarang belum bisa ditentukan. Prinsipnya, berapapun jumlah yang lolos tes, verval, dan uji publik itu yang kita angkat,” terangnya. (Esy/jpnn)

Tinggalkan komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, motivasi, opini, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, ptt, SELEKSI HONORER, tenaga honorer, yayasan

November depan Daftar nama-nama Tenaga Honorer K-1 yang akan diangkat sudah dikeluarkan, kata Kepala BKN Eko Sutrisno di kantor Kemen PAN-RB

JAKARTA –  Data sementara, Tenaga Honorer(TH) K-1 yang positif akan diangkat CPNS hanya 47.622 orang.

Di tengah batas waktu yang hampir habis ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mengembut penuntasan validasi data-data TH K-1. “Jadwal kami November depan listing atau daftar nama-nama TH K-1 yang akan diangkat sudah dikeluarkan,” kata Kepala BKN Eko Sutrisno di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), Selasa (23/10).

Listing tersebut akan disampaikan ke Kemen PAN-RB untuk mendapatkan pengesahan kuota CPNS baru. Selanjutnya akan diserahkan ke kepala masing-masing instansi untuk diumumkan dan segera melaksanakan pemberkasan NIP.

Pejabat asal Trenggalek, Jawa Timur itu mengatakan jika tugas penganggkatan TH K-1 pada 2012 diatur dalam PP Nomor 56 Tahun 2012. Dia menjelaskan jika saat ini BKN dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah melakukan quality assurance (QA) kepada seluruh daftar TH K-1.

Menurut Eko data TH K-1 yang masuk pengecekan akhir dengan sistem QA tadi adalah tenaga honorer yang telah memenuhi kriteria (MK). Jumlah TH K-1 yang telah ditetapkan berstatus MK berjumlah 71.467 orang. Jumlah yang lumayan banyak ini diprediksi bakal menyusut. Alias jumlah TH K-1 yang diangkat nanti tidak genap 71.467 orang.

Fenomena ini muncul lantaran banyak nama-nama TH K-1 yang tidak lolos dalam saringan QA. Hingga 15 Oktober lalu, BKN menyatakan bahwa TH K-1 yang lolos QA dan berhak diangkat menjadi CPNS akhir tahun ini hanya berjumlah 47.622 orang saja. Ini berarti masih saja ada nama-nama TH K-1 MK yang ternyata siluman atau palsu. “Proses QA masih berjalan tetapi sebagian besar (TH K-1 MK, red) sudah disaring,” kata dia.

Eko menuturkan karena proses QA masih berjalan, TH K-1 yang siap diangkat sejumlah 47.622 tadi berpeluang bertambah. “Tapi bertambahnya tidak akan besar. Karena ada yang tidak lolos QA.

Pada prinsipnya Eko mengatakan proses saringan harus seketat mungkin. Ini diambil karena mereka tidak ingin ada protes setelah para TH K-1 diangkat menjadi CPNS langsung tanpa tes.(wan) JPNN.com

2 Komentar

Filed under BERITA, calon guru, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, SELEKSI HONORER, tenaga honorer

Renung 04

Banyak dianjurkan dengan perkataan silahkan mengejar mimpi, silahkan mengejar bayangan harapan, tapi bukannya lalu menimbulkan pertanyaan, kapan kenanya? Akan lebih terukur kualitas usahanya, jika yang dikejar-kejar adalah ketertinggalan, sebab targetnya jelas terlihat.

Tapi perlu juga diingat, kalau semua itu masih berada di taraf ingin, ini artinya belum. Meskipun bisa membuat diri termotivasi, sebaiknya kok ya disudahi saja kalau sempat berandai-andai. Memang tidak sepenuhnya tak bermanfaat, pun pula tak sepenuhnya berguna . Lebih-lebih lagi kalau sudah terlanjur menjadi orang yang tipenya tidak ambisius, meskipun berambisi.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, Kota Reyog, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo

Renung 02

Kalau keterbukaan informasi menjadi keniscayaan, maka dia akan berdampak memicu penyelenggaraan manajemen yang baik. Karena jika informasi telanjur diinformasikan supaya tak hanya aib yang ditransparansikan oleh penyebar berita.

Untuk itu pimpinan dituntut sedikit banyak memiliki sikap pandai menyesuaikan diri, yang pasti bermanfaat ketika lembaganya ditimpa situasi tak terduga. Jika tidak, itu sama artinya dengan diberi ‘pelajaran’ pahit dan mahal oleh hidup ini, sehingga sepantasnya itu dinamai pengorbanan.

Kecuali, Anda bisa menafsirkan simbol-simbol, memaknai isyarat-isyarat, sebab kalau salah tak begitu berisiko. Padahal sebenarnya lebih bermanfaat kalau bisa menafsirkan gejala yang cenderung menguat di masyarakat dan memprediksinya sebagai bagian dari strategi ke depan.

Lalu saya memahaminya demikian: Tidak setiap anak bisa menjadi bintang dalam sebuah kegiatan, tapi setiap anak bisa menuai banyak manfaat dari partisipasi yang giat. Tanpa memperhatikan tingkat keberhasilan yang mereka capai, pengalaman positif yang diperoleh dari keterlibatan ini memberi anak-anak kenikmatan dan kepuasan yang sangat besar dan menawarkan pelajaran yang sangat berharga yang bisa mereka gunakan di bagian lain kehidupan mereka. (Jim Taylor, Ph.D. ‘How to Raise A Succesful and Happy Children’)

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Renung 01

Pasti rasanya sedikit ringan menyandang beban itu, terutama saat setelah kau mengatakan beban itu juga terasa di pundakmu. Terlebih dengan kautunjukkan lewat senyummu, maka seketika menyegarkan penatku.
Lalu berdampak pada hari ini jadi makin indah. Kauselesaikan masalah tanpa bantuanku. Dan menjadi mandiri seperti itu, sungguh menyemangati dalam mencari keseimbangan.
Dengan cara mengurangi yang berlebihan dan memberikan tambahan pada yang nampak ada kekurangan, harmoni terjadi menyantap kelezatan menghadapi ujian hidup.
Itu sekaligus mengubah sikap kikir, sehingga mana yang bisa menguasai materi jadi mau mengajarkan. Sedangkan yang belum bisa, giat belajar. Terkahirnya adalah hanya ada satu jalan jika keduanya tidak mampu dilakukan, yaitu berdoa.
Memang mengikuti langkah berat ini memang penat, seperti dikatakan di depan, tapi tak boleh ada rehat sebagai tempat semua syukur dipanjatkan.

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Jelang Berbuka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1433 H

Yang jelas berusaha agar tak menyinggung perasaan mereka yang puasanya besok, supaya perbedaan ini bermakna indah. Kok bisa?

Biasanya ada sekelompok remaja yang berkeliling di jalan-jalan kampong untuk gugah sahur, nah, karena puasanya tak berbarengan, kegiatan itu ditunda tentunya. Toleransi bukan?

Tapi termasuk keluarga saya, anehnya jadi terpengaruh. Artinya, kami terlambat bangun untuk makan sahur, sehingga tidak dapat menyempurnakannya, alias tanpa makan sahur sama sekali.

Barangkali karena masih hari pertama, tampaknya walaupun tak makan sahur semuanya tetap menampakkan kesegaran, dan bertahan, Insyaaallah.

Jadi, orang bisa berbeda tapi kalau tetap saling bertoleransi,dan  tidak saling menonjolkan kebenaran sendiri, maka di sanalah akan nampak indahnya yang disebut perbedaan.

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, Kota Reyog, motivasi, opini, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Mendalami Secara Pribadi Pengertian Kebahagiaan

Selama ini tak kuanggap sangat penting dan sangat menentukan kebahagiaan, apa-apa yang ingin kumiliki dan yang ingin kucapai karena memang belum kumiliki atau belum kucapai. Sebab, apa-apa yang sudah menjadi kepunyaanku dan sudah menjadi capaianku sekarang inilah yang paling berharga.

Cukup lama juga aku mencoba memahami kalimat dari para pakar ini: “Jika Anda berpikir Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar.” Atau, “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang kita. Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan tentang kita” Hasilnya adalah aku yang seperti inilah sekarang ini. Masih saja bukan apa-apa dan siapa-siapa, bagi kebanyakan orang tentunya.

Untuk itu, aku sudah berusaha menyelaraskan pengertian, bahwa apapun yang telah dicapai oleh seseorang, sukses sesuai kriterianya sendiri, pastilah seyogianya diberi ganjaran pujian oleh diri sendiri. Kalau toh itu sudah berkali-kali disyukuri, kenapa mesti bergantung pada apa yang dirayakan bersama orang lain?

Kecuali, jika suatu ketakterdugaan datang, maka sesungguhnyalah hal ini akan membuatku sulit menghindarkan diri dari yang namanya kekalangkabutan. Tapi itu kan rahasia hidup, sebuah teka-teki abadi. Misalnya, kalau kemarin jelas tanggal 18 dan sekarang 19, tapi siapa mampu mengelola secara pasti, jika besok itu harus 20?

Oleh karena itu, menjalani hidup enak dan tidak itu kan rasanya, walau lumrahnya rasa itu kan ya cuma enak atau tidak enak. Kecuali yang ditakdirkan berhenti merasakan. Jadi, jangan pernah mengabaikan ketika kita merasa telah menempuh kenormalannya.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, renungan