MEMUJI PRESTASI ANAK

MEMUJI PRESTASI ANAK
‪#‎realtif_itu‬
‪#‎mendidik_diri_sendiri‬
‪#‎jarekulo_ya‬, hehehe, dina iki 06/10.15
Baik juga kebiasaan orangtua memuji anak asal efeknya positip, dalam pengertian membuat anak terus meningkatkan keberhasilan. Namun ada juga pendapat yang meminta para orangtua untuk tidak selalu memuji anaknya ketika mencapai keberhasilan.

Suatu saat anakku pulang membawa berita mencapai peringkat lima tingkat kabupaten dalam OSN matapelajaran kimia. Aku tak mengatakan apapun, hanya kupakai mimik muka ceria seiring mendengarkan cerita kebahagiaannya. Ah, ternyata dia bisa kok menikmati kesuksesan tanpa seucap pun kalimat pujian dariku.

Aku hanya berkomentar, agar dia ingat bahwa untuk sampai ke tingkat itu, dia telah menghabiskan 40 kali tatap muka dengan guru kimianya. Selama 40 kali sore hari sepulang sekolah dia harus merelakan tidak mengerjakan hobinya. Kelihatan anakku puas juga dengan caraku memuji seperti itu. Dia tahu aku menghargai usaha kerasnya demi meraih prestasi bukan sekedar hasilnya.

“Bagaimana perasaanmu?”, ini yang terakhir kutanyakan. Dengan ini aku biarkan dia putuskan sendiri bagaimana perasaan tentang prestasinya, dan dengan harapan dia bisa menginternalisasi pengalaman ini, bahwa raihan prestasi terutama haruslah diganjar pujian oleh diri sendiri, bukan oleh yang lain. Tentu saja setelah bersyukur berkali-kali.
(anak itu sekarang, 2015, salah satu QC di pabrik DK, Pati)

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, BERITA, catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s