Tag Archives: tanya

Renung 02

Kalau keterbukaan informasi menjadi keniscayaan, maka dia akan berdampak memicu penyelenggaraan manajemen yang baik. Karena jika informasi telanjur diinformasikan supaya tak hanya aib yang ditransparansikan oleh penyebar berita.

Untuk itu pimpinan dituntut sedikit banyak memiliki sikap pandai menyesuaikan diri, yang pasti bermanfaat ketika lembaganya ditimpa situasi tak terduga. Jika tidak, itu sama artinya dengan diberi ‘pelajaran’ pahit dan mahal oleh hidup ini, sehingga sepantasnya itu dinamai pengorbanan.

Kecuali, Anda bisa menafsirkan simbol-simbol, memaknai isyarat-isyarat, sebab kalau salah tak begitu berisiko. Padahal sebenarnya lebih bermanfaat kalau bisa menafsirkan gejala yang cenderung menguat di masyarakat dan memprediksinya sebagai bagian dari strategi ke depan.

Lalu saya memahaminya demikian: Tidak setiap anak bisa menjadi bintang dalam sebuah kegiatan, tapi setiap anak bisa menuai banyak manfaat dari partisipasi yang giat. Tanpa memperhatikan tingkat keberhasilan yang mereka capai, pengalaman positif yang diperoleh dari keterlibatan ini memberi anak-anak kenikmatan dan kepuasan yang sangat besar dan menawarkan pelajaran yang sangat berharga yang bisa mereka gunakan di bagian lain kehidupan mereka. (Jim Taylor, Ph.D. ‘How to Raise A Succesful and Happy Children’)

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Renung 01

Pasti rasanya sedikit ringan menyandang beban itu, terutama saat setelah kau mengatakan beban itu juga terasa di pundakmu. Terlebih dengan kautunjukkan lewat senyummu, maka seketika menyegarkan penatku.
Lalu berdampak pada hari ini jadi makin indah. Kauselesaikan masalah tanpa bantuanku. Dan menjadi mandiri seperti itu, sungguh menyemangati dalam mencari keseimbangan.
Dengan cara mengurangi yang berlebihan dan memberikan tambahan pada yang nampak ada kekurangan, harmoni terjadi menyantap kelezatan menghadapi ujian hidup.
Itu sekaligus mengubah sikap kikir, sehingga mana yang bisa menguasai materi jadi mau mengajarkan. Sedangkan yang belum bisa, giat belajar. Terkahirnya adalah hanya ada satu jalan jika keduanya tidak mampu dilakukan, yaitu berdoa.
Memang mengikuti langkah berat ini memang penat, seperti dikatakan di depan, tapi tak boleh ada rehat sebagai tempat semua syukur dipanjatkan.

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru