Tag Archives: SERTIFIKASI

Penilaian Kinerja Apalagi

Pelibatan seorang bawahan dalam pelaksanaan program, baik secara perorangan maupun masuk ke dalam suatu kelompok atau tim, tentu harus disesuaikan antara kompetensinya dengan kemampuan dan kepentingannya dalam program. Tapi yang tak kalah penting adalah menjaga agar tetap ada rasa terwakili dari berbagai tingkatan dalam proses penyusunan tim serta rasa memiliki terhadap hasil kinerja.

Dan terhadap hasil kinerja itu, cara mengevaluasi dengan menanyakan siapakah mereka yang telah menyelesaikan pekerjaan bisa berdampak lebih baik, ketimbang tim ini siapa bos-nya?

Sebab, bawahan bisa memberikan pujian terhadap seorang bos merupakan hal biasa. Baik itu disertai dengan perasaan jujur tulus ikhlas ataupun berpura-pura. Tapi tentu tidak demikian mudah bagi bos memuji-muji bawahan sekenanya, karena akan berdampak bagi bawahan lain yang tidak mendapatkan pujian. Ujung-ujungnya bos dinilai tidak berkeadilan.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, Kota Reyog, leadership kasek, opini, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, Uncategorized

Guru Selalu Dapat Diharapkan, Tersertifikasi atau Tidak

Apa yang menjadi gambaran guru saat ini merupakan hasil dari pembinaan di masa lalu. Kalau masyarakat belum puas dengan kinerja guru pascasertifikasi, maka seyogianya jangan hanya menyalahkan guru.

Tetapi, apapun yang terjadi dalam dunia pendidikan, kita harus selalu berkeyakinan bahwa sesuatu yang baik, bahkan lebih baik dari yang sudah baik akan terjadi di kemudian hari. Kapan itu, yang penting salah satu upaya agar bisa mencapainya pastilah dengan kerja keras dan cerdas, bukan?

Sebab, profesionalisme guru dapat terwujud dengan berjalannya sistem pembinaan yang berkelanjutan dan dilaksanakan tidak hanya demi memenuhi kewajiban karena seolah-olah telah memenangkan tender proyek Pemerintah.

Untuk itu, ada baiknya kita lebih baik berhenti mencela guru dan dunia pendidikan umumnya, daripada terkena tekanan keinginan yang terus-menerus menghendaki kesempurnaan mereka.

Selayaknya memang bagi seorang perfeksionis segala sesuatu harus sempurna. Padahal yang namanya kesempurnaan manusia, seperti kecantikan, hanya ada di mata yang melihat. Maka tak menutup kemungkinan, jika suatu saat merasa telah mencapai kesempurnaan, jadi terkejut ketika orang lain masih bisa menemukan kekurangannya.

Demikianlah sosok dari para guru tersertifikasi atau belum yang diharapkan oleh masyarakat pemangku kepentingan pendidikan. Dan kayaknya pemerintah pun tak tinggal diam tuh. Sehingga bertekad Juli 2012 ke depan akan memulai uji kompetensi akademik bagi semua guru, untuk memetakan kualitas mereka. Repot amat.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, motivasi, opini, pedoman sertifikasi guru, petunjuk teknis sertifikasi guru, ponorogo, sertifikasi guru, Uncategorized