Tag Archives: photo

Renung 03

Sebenarnya boleh juga dikatakan melekat, karena setelah ditempelkan ke dinding dia kan jadinya lengket, melekat nggak bisa kemana-mana lagi. Apa sih? Itu, alat yang dipasang oleh PLN.
Alat itu dipasang karena kita ber-MOU untuk selalu membeli listriknya, berapapun dia pasang harga. Dalam keadaan nyala terus sepanjang tahun atawa mati-mati keseringan, sama saja, pokoknya harus tetap bayar. Terlambat membayar diharamkan? Ancamannya disumpal arusnya, sehingga tak mengalir ke rumah kita.

Tapi kalau keseringan dipadamkan, sebagai pelanggan kita harus nurut, mau komplain boleh tapi tetap saja tak secepat kemauan kita untuk dinormalkan.

Demikianlah, mereka mengawasi tingkah-laku kita memakai (atau membeli, sih) listriknya melalui alat yang dilekatkan, ditempelkan ketat ke dinding rumah seperti foto ini. Jadul memang, belum yang prabayar, biar saja, ada masanya nanti.

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Seni Menempatkan atawa Nyusun atawa Menaruh

Ilmu menempatkan benda tentu dipelajari intensif di toko-toko swalayan, di supermarket-supermarket, di minimarket-minimarket dll. Sebab dengan penempatan yang strategis, dalam arti gampang diraih setelah dilihat, dan disesuaikan dengan yang paling banyak dibutuhkan konsumen, maka pengunjung toko-toko tersebut akan terlayani dengan sempurna.

Hal di atas sudah setiap saat Anda alami, tetapi bagaimana dengan penempatan benda yang tidak nyeni sama sekali alias asal naruh. kesannya tentu berantakan dan akan kesulitan jika membutuhkannya.

Benda bisa berwujud makanan atau lainnya. Demikianlah keberadaannya, Coba lihat, terimakasih.

Tinggalkan komentar

Filed under Canon, foto, fotografi, Kota Reyog, photography, ponorogo