Tag Archives: guru honorer

KADANG-KADANG SOK

~ Terkadang tidak menyadari telah memaksakan kehendak kepada orang lain, ini kita. Padahal kita sering juga menolak disuruh dan ogah berperilaku sesuai dengan keinginan orang lain. Kita memang senantiasa kesulitan bertindak seadil-adilnya. Tapi tak apa. Kegagalan itu malah bisa meningkatkan kewaspadaan untuk mewaspadai rasa berpuas-diri atas segala bentuk keberhasilan. Ini akan mengurangi kemungkinan menjadi musuh bagi perubahan diri kearah yang lebih baik.
~ Untuk itu tak salah kalau menghindari ketidakpantasan ungkapan perasaan, sebab pasti akan merintangi komunikasi yang produktif. Dimana perasaan dari sisi orang lain telah terabaikan. Dan dalam ketidakpantasan itu, tercakup sikap sok ngasih tau, sok menasihati, sok menganalisis, sok memotivasi, sok menenang-nenangkan situasi hati.
~ Kadang-kadang sok juga relatif. Sisi baiknya adalah kita bisa merenungkan keburukannya, sedangkan sisi buruknya adalah kita abaikan pelajaran baiknya. Tahukah Anda apakah pembelajaran buruk itu?
~ Untuk murid berpusat pada guru, untuk rakyat berpusat pada penguasa. Tetapi kalau masih sebagai calon-calon penguasa saja mereka sudah melakukannya, maka mereka bertanggungjawab atas pembelajaran yang sangat buruk.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, guru dan calon guru

MENANGKAN, MAAFKAN, KOMITMENKAN

MENANG, MAAF, KOMITMEN
~ Jika kita ternyata tidak mudah mengalah, wajar. Karena harga diri itu juga seperti bunga, kata seniman. Meskipun tak dipetik toh juga akan layu, hanya kalau dipetik itu akan melekaskannya terjadi.
~ Sikap memaafkan, berbeda. Ini bagian dari memberi, dan memberi itu indah. Diimbuhi dengan rasa cinta menjadi lebih indah lagi.
~ Untuk itu, bagi yang hanya ingin bertindak sekedar, akan menjadi ala kadar seluruhnya.
~ Dan berkomitmen. Perlu, tapi dia bukanlah sebuah keyakinan yang tidak dapat diubah. Dia boleh menurun atau meningkat, bahkan dilupakan. Kalau dirasa membebani, maka mengeluh bukannya akan mengurangi beban itu, tapi justru menambah.
~ Praktikkan kalau belum percaya. Hehehe.

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

SAATNYA SALING MEMAAFKAN

WAKTUNYA SALING MEMAAFKAN
~ Tujuh kesalahan guru (versi MGMP IPA Ponorogo) disampaikan di depan guru-guru peserta MGMP adalah:
1.Sering mengambil jalan pintas dalam melaksanakan kurikulum. 2.Tidak bertindak mencegah, tetapi menunggu siswa berperilaku negatif. 3.Jika menegakkan disiplin cenderung dekstruktif. 4.Terlalu menghargai keseragaman dan mengabaikan perbedaan potensi siswa. 5.Selalu merasa superior (paling pandai) di hadapan siswa. 6.Berlaku tidak adil, cenderung diskriminatif, bahkan dendam pribadi. 7.Memaksakan kehendak kepada siswa.
~ Tetapi, belum pernah terdengar ada pengawas sekolah/madrasah, atau instruktur dalam MGMP, diklat, workshop, atau penataran yang berani terbuka mengatakan di depan para guru, bahwa kesalahan-kesalahan yang sama, juga dibuat oleh kepala sekolah/madrasah.
~ Di tengah-tengah pemahaman ihwal kekurangan guru dan kekurangan kepala sekolah/madrasah, kayaknya dalam waktu dekat ke depan ini saatnya saling memaafkan.
‪#‎jarekulo_ya‬, hehehe
‪#‎mendidik_diri_sendiri‬, hari ini, 13/07/2015

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

O, GURU, O, KOMPETENSIMU TERNYATA

O, GURU, O, KOMPETENSIMU TERNYATA
~ Berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata, di Jakarta, Selasa (7/7), hasil uji kompetensi 1,6 juta guru mencakup para guru di TK, SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK itu menjadi potret nyata soal kualitas guru (Kompas, 8 Juli 2015)
~ Hasilnya, lebih dari 1,3 juta guru memiliki nilai ujian di bawah 60 dari rentang 0 hingga 100.
~ Dari ujian ini, hanya 192 guru, sebagian besar guru SMP, yang mencapai nilai 90-100.
~ Hampir 130.000 guru yang nilainya antara 0 dan 30.
~ Penguasaan terhadap materi ajar dan kemampuan mendidik guru SD adalah yang paling tertinggal. Padahal, mereka paling banyak ikut uji kompetensi, yakni 798. 836 orang.
~ Skor 70 ke atas mayoritas diraih guru SMA yang telah S-2 dan S-3. Para guru skor 70 ke atas bakal ditugaskan menjadi instruktur pelatih guru yang memiliki nilai rendah.
#mendidik_diri_sendiri, hari ini 10/7/15

Tinggalkan komentar

Filed under BERITA

PPDB DAN SESUDAHNYA

SETELAH PENGUMUMAN PPDB
~ Ada yang cukup berperan, yaitu Komite Sekolah. Sebagai suatu lembaga yang bersifat mandiri, komite sekolah tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga pemerintahan, tetapi dapat berperan sebagai mediator antara masyarakat (stakeholders pendidikan) dengan pemerintah demi menampung dan menganalisis berbagai ide, tuntutan, dan kebutuhan dunia pendidikan yang diajukan oleh masyarakat, para praktisi dan pemerhati pendidikan.
~ Namun sampai detik ini keberadaan dan fungsi dari sebagian besar komite sekolah masih belum mantap, belum sesuai harapan, belum optimal. Bahkan citra komite sekolah sebagai lembaga identik dengan BP3 tempo dulu masih sangat membekas.
~ Lha gimana wong mereka nampak hanya beroperasional aktif di seputar penggalian dana dari ortu siswa. Perannya begitu besar disaat pungutan dana sumbangan kegiatan sekolah itu disampaikan kepada para orangtua siswa baru.
~ Lihat saja nanti, kalau Anda tak percaya.
‪#‎mendidik_diri_sendiri‬, hari ini, 08/07/2015

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

O, GURU MASIH GURUKAH ANDA?

O, GURU, MASIH GURUKAH ANDA? ~ Tidak sedikit guru yang selama mengantarkan para anak didik menuju puncak prestasi dilakukan dengan senantiasa bersikap gigih, ulet, dan sabar, namun hasilnya tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Apakah secara otomatis guru yang gagal? Apakah selalu berarti kegagalan anak didik adalah kegagalan gurunya? ~ Sebab bila benar kegagalan anak didik adalah kegagalan guru, maka pasti ini cerminan kinerja yang buruk. Padahal kualitas kinerja guru bergantung keberhasilan kepala sekolah. Dan kualitas kinerja kepala sekolah, bergantung keberhasilan atasannya. ~ Tapi masih saja terjadi, keberhasilan anak didik tidak otomatis diakui sebagai keberhasilan gurunya, sehingga membawa penghargaan setimpal terhadap gurunya itu. Kait-mengait kinerja ini seyogianya jangan dihindari, atau diingkari. ~ Sebaik-seburuk apa pun kinerja guru, umumnya pemangku kepentingan pendidikan lebih mengiyakan pendapat para pemegang kekuasaan. Merekalah yang harus dianggap benar. Guru sebagai bawahan boleh bisu ketakutan bila melakukan pembelaan. O, guru, masih gurukah Anda bila kultur sekolah menjadi tidak kondusif seperti itu? ~ Sebab, yang kondusif tentu nampak pada bagaimana kultur sekolah yang tumbuh dan berkembang melahirkan kreativitas, tanggungjawab, dan kebersamaan guru serta seluruh tenaga kependidikan lainnya. ~ Untuk mewujudkan ini merupakan tugas dan tanggungjawab setiap kepala sekolah dalam memberikan jawabannya. Bukan guru atau yang lainnya ! ‪#‎mendidik_diri_sendiri‬, hari ini, 8/7/15

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

O, GURU YANG DIINGAT-INGAT ITU

O, GURU YANG DIINGAT-INGAT ITU
~ Jangan cuma pas hari guru atau hari pendidikan saja to. Karena aku yakin, sampai kapanpun gurulah kunci pembuka segenap pintu memasuki keberhasilan tujuan pendidikan.
~ Keberhasilan siswa pastilah cerminan dari keberhasilan kinerja gurunya. Oleh karena itu, hargailah para guru berhasil itu, jangan malah kepala sekolahnya.
~ Tapi, apa sih puasnya setiap saat kita hanya menghargai mereka dengan adagium guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa? Kenapa tidak diakui terus-terang saja kalau para guru itu memang berjasa?
~ Sehingga tidak perlu merasa berlebihan memberi mereka sebuah tanda yang cukup memadai, yang senilai dengan martabatnya dengan seorang pahlawan. Jika ini terjadi, atas nama para guru, terimakasih.
~ Namun, kalau ada oknum guru yang berbuat khilaf gagal mewujudkan cita-cita itu, kok biasanya di media massa dan jejaring sosial terkesan sekehendaknya dinilai rendah.
~ Profesi guru seakan sah saja ditekan-tekan, dilecehkan dengan sarkasme, dan cara-cara lain yang nuansanya merendahkan martabat guru sehingga banyak menimbulkan perasaan tak suka kepada profesi guru. Tapi ini dulu, di jamanku.
‪#‎mendidik_diri_sendiri‬, hari ini, 7/7/15

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru