Category Archives: renungan

Refleksi 2012

Saya tidak memiliki catatan apa-apa di akhir 2012 ini, kecuali menuliskan kembali cerita Oemar Bakri yang pernah saya baca. Suatu saat, Oemar Bakri ke sekolah naik motor. Ban motornya kempes. Waktu mau ditambal, lubangnya ada tiga, sedangkan tambalannya sudah sembilan. Maka Pak Oemar Bakri harus beli ban, karena tak membawa uang kontan, ia terpaksa harus naik angkodes ke bank.

Secara kebetulan semua yang ditemuinya hari itu pernah menjadi muridnya. Si X, si sopir angkodes, si Y tukang tambal ban, si Z petugas bank. Pelayan toko ban juga muridnya. Bahkan saat uangnya dicopet, tukang copetnya juga mantan muridnya. Sama seperti polisi yang menangkap pencopet itu, juga muridnya.

Selesai upacara pelepasan purna tugas, beberapa tahun kemudian, ternyata di luar ruangan banyak orang telah menunggu Pak Oemar Bakri yang resmi pensiun itu. Anak-anak didiknya, si Z menjadi kepala unit bank, yang polisi sekarang perwira polisi, sopir angkodes X jadi pengusaha angkutan, dan Y punya toko ban. Mereka datang untuk menghadiahi Oemar Bakri sebuah mobil. Sebuah penghargaan yang tulus yang dananya dikumpulkan oleh para mantan muridnya.

Tapi yang lebih mengejutkan, Oemar Bakri malah memilih menyerahkan mobil penghargaan itu untuk sekolahnya, bukan penghargaan untuk dirinya sendiri. Sekolah lebih membutuhkan ketimbang dirinya yang sudah pensiun. Demikianlah, kalau bagi kebanyakan orang, penghargaan materi masih dianggap sebagai penghargaan yang lebih dari segala-galanya, tetapi bagi seorang guru dengan sebuah kecintaan yang dalam terhadap profesi, penghargaan berupa uang atau materi bukanlah segala-galanya. Sayangnya, itu semua hanya milik Oemar Bakri. Guru yang sangat ideal di alam fiksi.

 

1 Komentar

Filed under catatanku, honorer, Kota Reyog, motivasi, opini, PENDIDIKAN, Pensiun, ponorogo, renungan, Uncategorized

Honorer pusat yang masuk data base BKN adalah 61.215 orang dan honorer daerah 501.390 orang (pengangkatannya dilakukan bertahap 2013 dan 2014 namun untuk tesnya dilakukan serentak pada 2013)

NASIONAL – HUMANIORA

Jum’at, 14 Desember 2012 , 13:08:00

JAKARTA–Sebanyak 16.245 tenaga honorer kategori dua (K2) belum terekam atau belum masuk data base Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hingga akhir November yang terekam baru 562.095 dari total 656.322 honorer K2.

Menurut Kepala BKN Eko Sutrisno, hanya honorer K2 yang masuk data base saja akan diproses. Dimulai dari tahap verifikasi dan validasi tahap pertama kemudian uji publik.

“BKN telah mencetak daftar nama tenaga honorer K2 per instansi sesuai SE MenPAN&RB Nomor 3 Tahun 2012 sejumlah 544.278 orang,” kata Eko kepada JPNN, Jumat (14/12).
Mengapa hanya 544.278 dan bukan 562.095? Eko menjelaskan, karena 17.817 orang merupakan luncuran dari tenaga honorer kategori satu (K1). Luncuran tenaga honorer K1 ini karena sumber pembiayaan gajinya bukan berasal dari APBN/APBD.
“Untuk luncuran dari honorer K1 tidak perlu dicetak lagi daftar namanya, karena sudah ada. Bahkan mereka sudah diverifikasi dan validasi juga,” ujarnya.

Adapun penyebaran data 544.278 honorer K2 itu terdiri atas, 54.760 orang merupakan honorer di 22 kementerian/lembaga dan 489.518 honorer di 492 daerah. Sedangkan luncuran honorer K1, sebanyak 5.945 orang adalah honorer di 15 kementerian/lembaga dan 11.872 orang tersebar di 136 daerah.
“Jadi total honorer pusat yang masuk data base BKN adalah 61.215 orang dan honorer daerah 501.390 orang,” tandasnya.
Lantas kapan mereka diangkat CPNS? Eko mengatakan, pengangkatannya dilakukan bertahap 2013 dan 2014. Namun untuk tesnya dilakukan serentak pada 2013. (Esy/jpnn)

13 Komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, motivasi, opini, pendataan tenaga honorer, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, SELEKSI HONORER, tenaga honorer

Menjelang Imsak di 3 Ramadhan 1433 H

Serasa baru sekarang bertanya-tanya dalam pikiran, tentang kenapa ya kita dilarang iri? Iri bukan sikap atau sifat terpuji, semua juga tahu lah.

Apakah karena kita mesti mengetahui, bahwa dibikinnya dunia ini bukan hanya untuk melayani seseorang secara lengkap? Sedangkan bagian kita tidak? Jelas sekali bukan begitu dan yakin banget kan?

Tapi coba saja dilihat, sesempurna bagaimanapun seseorang, kalau pedulikan untuk meneliti lagi pasti ada saja kekurangannya bagi pandangan mata kita. Tapi lalu untuk diapakan kekurangan seseorang itu, jika yang bermanfaat bagi kehidupan adalah kelebihannya?

Seperti menghadapi sajian makan sahur kita. Jika hanya mengikuti kemana selera melangkah, lalu akan di bawa ke mana pula makan sahur itu menuju? Apa dikira di depan sana tidak menghadang berbagai keruwetan yang bakal dialami?

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, makan sahur, motivasi, opini, PENDIDIKAN, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Menjelang Imsak di 2 Ramadhan 1433 H

Baagaimana kualitas makan sahur Anda, saya tidak tahu. Namun, saya bisa memastikan tidak mungkin sesederhana makan sahur kami sekeluarga, barangkali. Sebentar, kok sepertinya ada yang salah di dua kalimat awal essai saya ini.

Di awal saya katakan tidak tahu, tapi pada kalimat berikutnya saya tulis bisa dipastikan dan saya mengakhirinya dengan kata barangkali. Kok rancu, kacau, logikanya nggak main, begitu ya?

Jelasnya, yang saya tidak tahu adalah jenis makan sahur Anda, sedang yang saya pastikan adalah kualitasnya, sebab terus terang pagi ini kami menikmati sahur dengan telur goreng dan sambal kecap sebagai teman nasinya. Sudah, itu saja.

Belajar dari ini, saya jadi meyakini benar akan kebenaran bahwa berpuasa itu semata-mata hanya untuk Allah SWT. Inilah kepastian itu, tidak boleh cuma barangkali apalagi tidak tahu.

Jadi, betapa mudahnya kita membohongi orang dengan berpura-pura puasa, karena bagaimana caranya kita dapat memastikan orang tersebut sedang berpuasa atau tidak. Tapi, bisakah kita menipu Allah SWT, ketika kalbu kita sedang diterangi bersihnya iman?

 

 

2 Komentar

Filed under artikel, catatanku, imsak, INFO, informasi, Kota Reyog, makan sahur, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Jelang Berbuka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1433 H

Yang jelas berusaha agar tak menyinggung perasaan mereka yang puasanya besok, supaya perbedaan ini bermakna indah. Kok bisa?

Biasanya ada sekelompok remaja yang berkeliling di jalan-jalan kampong untuk gugah sahur, nah, karena puasanya tak berbarengan, kegiatan itu ditunda tentunya. Toleransi bukan?

Tapi termasuk keluarga saya, anehnya jadi terpengaruh. Artinya, kami terlambat bangun untuk makan sahur, sehingga tidak dapat menyempurnakannya, alias tanpa makan sahur sama sekali.

Barangkali karena masih hari pertama, tampaknya walaupun tak makan sahur semuanya tetap menampakkan kesegaran, dan bertahan, Insyaaallah.

Jadi, orang bisa berbeda tapi kalau tetap saling bertoleransi,dan  tidak saling menonjolkan kebenaran sendiri, maka di sanalah akan nampak indahnya yang disebut perbedaan.

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, Kota Reyog, motivasi, opini, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Penilaian Kinerja Apalagi

Pelibatan seorang bawahan dalam pelaksanaan program, baik secara perorangan maupun masuk ke dalam suatu kelompok atau tim, tentu harus disesuaikan antara kompetensinya dengan kemampuan dan kepentingannya dalam program. Tapi yang tak kalah penting adalah menjaga agar tetap ada rasa terwakili dari berbagai tingkatan dalam proses penyusunan tim serta rasa memiliki terhadap hasil kinerja.

Dan terhadap hasil kinerja itu, cara mengevaluasi dengan menanyakan siapakah mereka yang telah menyelesaikan pekerjaan bisa berdampak lebih baik, ketimbang tim ini siapa bos-nya?

Sebab, bawahan bisa memberikan pujian terhadap seorang bos merupakan hal biasa. Baik itu disertai dengan perasaan jujur tulus ikhlas ataupun berpura-pura. Tapi tentu tidak demikian mudah bagi bos memuji-muji bawahan sekenanya, karena akan berdampak bagi bawahan lain yang tidak mendapatkan pujian. Ujung-ujungnya bos dinilai tidak berkeadilan.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, Kota Reyog, leadership kasek, opini, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, Uncategorized

Mendalami Secara Pribadi Pengertian Kebahagiaan

Selama ini tak kuanggap sangat penting dan sangat menentukan kebahagiaan, apa-apa yang ingin kumiliki dan yang ingin kucapai karena memang belum kumiliki atau belum kucapai. Sebab, apa-apa yang sudah menjadi kepunyaanku dan sudah menjadi capaianku sekarang inilah yang paling berharga.

Cukup lama juga aku mencoba memahami kalimat dari para pakar ini: “Jika Anda berpikir Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar.” Atau, “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang kita. Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan tentang kita” Hasilnya adalah aku yang seperti inilah sekarang ini. Masih saja bukan apa-apa dan siapa-siapa, bagi kebanyakan orang tentunya.

Untuk itu, aku sudah berusaha menyelaraskan pengertian, bahwa apapun yang telah dicapai oleh seseorang, sukses sesuai kriterianya sendiri, pastilah seyogianya diberi ganjaran pujian oleh diri sendiri. Kalau toh itu sudah berkali-kali disyukuri, kenapa mesti bergantung pada apa yang dirayakan bersama orang lain?

Kecuali, jika suatu ketakterdugaan datang, maka sesungguhnyalah hal ini akan membuatku sulit menghindarkan diri dari yang namanya kekalangkabutan. Tapi itu kan rahasia hidup, sebuah teka-teki abadi. Misalnya, kalau kemarin jelas tanggal 18 dan sekarang 19, tapi siapa mampu mengelola secara pasti, jika besok itu harus 20?

Oleh karena itu, menjalani hidup enak dan tidak itu kan rasanya, walau lumrahnya rasa itu kan ya cuma enak atau tidak enak. Kecuali yang ditakdirkan berhenti merasakan. Jadi, jangan pernah mengabaikan ketika kita merasa telah menempuh kenormalannya.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, renungan