Category Archives: ramadhan

Menjelang Imsak di 3 Ramadhan 1433 H

Serasa baru sekarang bertanya-tanya dalam pikiran, tentang kenapa ya kita dilarang iri? Iri bukan sikap atau sifat terpuji, semua juga tahu lah.

Apakah karena kita mesti mengetahui, bahwa dibikinnya dunia ini bukan hanya untuk melayani seseorang secara lengkap? Sedangkan bagian kita tidak? Jelas sekali bukan begitu dan yakin banget kan?

Tapi coba saja dilihat, sesempurna bagaimanapun seseorang, kalau pedulikan untuk meneliti lagi pasti ada saja kekurangannya bagi pandangan mata kita. Tapi lalu untuk diapakan kekurangan seseorang itu, jika yang bermanfaat bagi kehidupan adalah kelebihannya?

Seperti menghadapi sajian makan sahur kita. Jika hanya mengikuti kemana selera melangkah, lalu akan di bawa ke mana pula makan sahur itu menuju? Apa dikira di depan sana tidak menghadang berbagai keruwetan yang bakal dialami?

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, makan sahur, motivasi, opini, PENDIDIKAN, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Menjelang Imsak di 2 Ramadhan 1433 H

Baagaimana kualitas makan sahur Anda, saya tidak tahu. Namun, saya bisa memastikan tidak mungkin sesederhana makan sahur kami sekeluarga, barangkali. Sebentar, kok sepertinya ada yang salah di dua kalimat awal essai saya ini.

Di awal saya katakan tidak tahu, tapi pada kalimat berikutnya saya tulis bisa dipastikan dan saya mengakhirinya dengan kata barangkali. Kok rancu, kacau, logikanya nggak main, begitu ya?

Jelasnya, yang saya tidak tahu adalah jenis makan sahur Anda, sedang yang saya pastikan adalah kualitasnya, sebab terus terang pagi ini kami menikmati sahur dengan telur goreng dan sambal kecap sebagai teman nasinya. Sudah, itu saja.

Belajar dari ini, saya jadi meyakini benar akan kebenaran bahwa berpuasa itu semata-mata hanya untuk Allah SWT. Inilah kepastian itu, tidak boleh cuma barangkali apalagi tidak tahu.

Jadi, betapa mudahnya kita membohongi orang dengan berpura-pura puasa, karena bagaimana caranya kita dapat memastikan orang tersebut sedang berpuasa atau tidak. Tapi, bisakah kita menipu Allah SWT, ketika kalbu kita sedang diterangi bersihnya iman?

 

 

2 Komentar

Filed under artikel, catatanku, imsak, INFO, informasi, Kota Reyog, makan sahur, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Jelang Berbuka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1433 H

Yang jelas berusaha agar tak menyinggung perasaan mereka yang puasanya besok, supaya perbedaan ini bermakna indah. Kok bisa?

Biasanya ada sekelompok remaja yang berkeliling di jalan-jalan kampong untuk gugah sahur, nah, karena puasanya tak berbarengan, kegiatan itu ditunda tentunya. Toleransi bukan?

Tapi termasuk keluarga saya, anehnya jadi terpengaruh. Artinya, kami terlambat bangun untuk makan sahur, sehingga tidak dapat menyempurnakannya, alias tanpa makan sahur sama sekali.

Barangkali karena masih hari pertama, tampaknya walaupun tak makan sahur semuanya tetap menampakkan kesegaran, dan bertahan, Insyaaallah.

Jadi, orang bisa berbeda tapi kalau tetap saling bertoleransi,dan  tidak saling menonjolkan kebenaran sendiri, maka di sanalah akan nampak indahnya yang disebut perbedaan.

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, Kota Reyog, motivasi, opini, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized