Category Archives: kurikulum dan pendidikan

Guru dan Calon Guru vs Keribetan Sekolah/Madrasah Swasta Ketika Guru-Gurunya Pergi Menjadi CPNS

Melepaskan kepergian seseorang karena di tempat yang baru ia akan memperoleh yang serba berlebih adalah sebuah kebahagiaan, baik bagi yang ditinggalkan maupun yang diberangkatkan. Dalam konteks sekolah/madrasah peristiwa ini terjadi setiap tahun, ketika guru-guru mengantarkan siswa-siswanya yang lulus guna menempuh pendidikan berikutnya.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under bhp, calon guru, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, yayasan

Guru dan Calon Guru vs Ketika Patut Menuntut Guru Merdeka

Akhir-akhir ini, setiap pola penataran atau pelatihan yang berkategori Bimtek (Bimbingan Teknis) mulai menampakkan tingkat pelayanan terhadap kebutuhan guru. Tidak hanya menghadirkan pembicara dari kalangan birokrat dengan materi yang sering tidak sinkron dengan permasalahan guru, tetapi mendatangkan nara sumber, baik dari kalangan kampus, LSM, atau guru-guru senior.
Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under artikel, BERITA, bhp, calon guru, catatanku, CPNS, GURU, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, yayasan

Guru dan Calon Guru vs Guru Yang Tak Perlu Didikte

Di era SSN dan rSBI, seluruh potensi yang berupa kemandirian, inovasi, dan inisiatif para kepala sekolah/madrasah harus terwujud. Ini demi mengatasi berbagai permasalahan dalam menggerakkan perubahan, tak terkecuali terhadap guru. Beruntung bagi kepala sekolah/madrasah yang guru-gurunya telah memiliki sikap, skill, dan komitmen tinggi terhadap perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GURU, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, yayasan

Guru dan Calon Guru vs 727.000 orang CPNS Guru Direkrut pada Tahun 2014, Ditambah CPNS Guru SMK 28.000 orang, Tetapi 300.000 orang Guru Pensiun, dan Guru Madrasah Bagaimana?

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menyeimbangkan antara suplai dan kebutuhan guru, mulai tahun ini Departemen Pendidikan Nasional akan melakukan perekrutan hingga mencapai 727.000 guru pada 2014 mendatang. 

Angka tersebut di luar jumlah guru-guru kejuruan seperti sekolah menengah kejuruan (SMK). Khusus guru sekolah kejuruan, perekrutan baru itu akan mencapai 28.000. Sebaliknya, di tahun yang sama, sebanyak 300.000 guru, khususnya guru-guru sekolah dasar (SD), akan dipensiunkan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Profesi Pendidik Depdiknas Drs Ahmad Dasuki, seusai memberi sambutan di peluncuran Cerdas@jar di Jakarta, Jumat (10/7).

“Itu sudah sesuai hitungan Depdiknas, agar lima tahun ke depan dapat terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan suplai guru yang ada,” ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, Depdiknas tidak ingin mubazir, tetapi juga tidak mau lagi dikatakan kekurangan guru. 

“Sampai saat ini sebanyak 361.000 guru yang sudah bersertifikat telah mendapatkan tunjangan profesinya, sementara saat ini juga sedang dipersiapkan sertifikasi bagi 600.000 guru lainnya mulai 1 September 2009 mendatang,” ujar Ahmad.

Masedlolur: kayaknya bakal nemuin hari-hari enak bagi para calon guru. Selamat! Cuma mesti diingat, ini bukan masalah hadiah karena siapa telah berjasa kepada siapa kan?

10 Komentar

Filed under BERITA, bhp, calon guru, catatanku, CPNS, GURU, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, pemilu 2009, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, psg, SERTIFIKASI, ujian nasional, yayasan

Guru dan Calon Guru vs Ganti Atasan Kalau Bawahan Gagal

Hari gini, kualitas pendidikan kita masih terpuruk dan penyebabnya konon guru si ujung tombak? Kalau jawabannya iya, maka ini artinya para pihak yang terkait sulit beranjak dari pendapat, bahwa penyebab kegagalan peningkatan mutu selalu para guru yang melaksanakan proses pembelajaran di ruang-ruang kelas. Nyaris tidak pernah diakui sebagai akibat kegagalan para kepala sekolah/madrasah.

 

Padahal para kepala sekolah/madrasah itu memiliki tanggungjawab membimbing, mengarahkan, dan memimpin para guru untuk bertindak, berpendapat, sehingga mencapai tujuan pendidikan. Tidak pernah ditarik kesimpulan tegas atau diungkapkan secara luas, bahwa kegagalan para bawahan adalah akibat dari kesalahan manajemen atasan.

 

Guru-guru efektif mestinya dihasilkan dari kepemimpinan efektif dari seorang kepala sekolah/madrasah. Dan sekolah/madrasah menjadi efektif ketika memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan school based management. Esensi manajemen bercirikan  kemandirian dan pengambilan keputusan partisipatif untuk mencapai sasaran mutu. Ini harus berlaku sampai kapanpun bagi sekolah/madrasah itu, walau sekarang menyandang status entah SSN, entah RSBI.

 

Seorang pelatih sebuah tim diangkat dengan tujuan memenangkan kejuaraan. Kalau timnya kalah, maka bukan tim itu dibubarkan dan para pemainnya diberhentikan, tetapi pelatihnya yang dipecat. Belajar dari fenomena ini, maka ketika kegagalan menimpa dunia pendidikan, justru atasan para gurulah yang harus dipertimbangkan kembali kedudukannya. Bukan malah nasib para guru yang dipermainkan dengan ancaman membubarkan tim dan merekrut guru baru. Tapi justru kebijakan yang seperti ini yang terjadi, yang disenangi yayasan.

6 Komentar

Filed under artikel, bhp, calon guru, catatanku, CPNS, GURU, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, SERTIFIKASI, yayasan

Guru dan Calon Guru vs Berubah karena Komitmen Dulu atau Komitmen Membuat Perubahan

Bagi kemajuan sekolah, manakah yang lebih penting: Komitmen guru-guru setelah mengalami perubahan, atau komitmen merekalah yang justru mendorong terjadinya perubahan?

Ke arah mana pun perubahan itu menuju, bisa berhasil mencapai target kalau semua guru komit. Sebab, komitmen guru pasti akan mendorong rasa percaya diri dan semangat kerja mereka. Komitmen guru akan melancarkan pergerakan sekolah menuju perubahan yang harus merupakan peningkatan baik bersifat fisik maupun psikologis, sehingga menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi semua warga sekolah.

 Dari mana pun memulainya, pimpinan sekolah mesti lebih dulu berfokus pada guru yang menjalankan perubahan, bukan pada fasilitas yang diperoleh atau problematika yang  dihadapi dengan adanya perubahan itu. Ia tidak perlu cepat-cepat masuk pada konsep-konsep perubahan sebelum memberi perhatian pada cara guru-guru berpikir. Sebab, konsep-konsep yang hebat itu implementasinya akan terpulang pada bagaimana para guru menjalankannya.

 Komitmen guru harus dibangkitkan oleh pimpinan sekolah yang bisa menyampaikan perubahan-perubahan yang bakal terjadi agar lebih mudah diterima. Untuk itu, diperlukan  sesuatu yang konkret seperti pendekatan visual, diagram, story telling, dan sebagainya.

Seringkali apa yang dipikirkan oleh pimpinan sekolah adalah apa yang cocok ia jalankan dan bisa ia kuasai, padahal belum tentu semua guru mampu. Oleh karena itu, ungkapan klise yang berbunyi: Bagi guru yang terlambat atau bahkan tidak mau ditarik gerbong perubahan, maka ditinggalkan, adalah suatu kebijakan pimpinan sekolah yang pasti dirasakan menyakitkan.

Sumber: Rhenald Kasali, Change!

4 Komentar

Filed under artikel, bhp, calon guru, catatanku, CPNS, GURU, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, SERTIFIKASI, yayasan

Guru dan Calon Guru vs Departemen Pendidikan Nasional Memiliki Statistik Sekolah Curang Ujian Nasional 2009

Dari situs TEMPO Interaktif, Jakarta: Menurut Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Departemen Pendidikan Nasional telah memiliki daftar sekolah yang relatif curang selama Ujian Nasional. Statistik sekolah yang terindikasi curang ini, nantinya digunakan untuk merumuskan prosedur satuan operasi kecurangan homogen selama Ujian Nasional.
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, GURU, guru swasta, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, pengumuman UN 2009, ponorogo, produk hukum, SERTIFIKASI, ujian nasional, yayasan