Category Archives: kepala sekolah

Yang Mudah & Sulit bagi Guru & Kepala Sekolah

YANG MUDAH YANG SULIT BAGI GURU & KEPALA SEKOLAH

Yang mudah bagi kepala sekolah dan yayasannya adalah melengkapi bangunan fisik, fasilitas dan infrastruktur lainnya. Mengapa mudah, sebab kuncinya hanya pada satu kata, yaitu DANA. Dan ketika problem pengumpulan dananya teratasi, maka sekolah walaupun dengan pelahan tapi pasti bisa meningkatkan diri menjadi sangat diperhitungkan di tingkat kabupaten/kota.

Tetapi apa yang sulit bagi kepala sekolah dan yayasan adalah justru yang terpenting, yaitu membangun kualitas sumber daya manusia, terutama guru. Problemnya ada pada komitmen guru, dan kualitas komitmen guru tersebut amat terkait dengan kualitas komitmen kepala sekolahnya dan yayasannya.

Umpamakan saja, jika kereta adalah sekolah dan guru adalah kudanya, maka sekolah yang ingin berjalan maju, haruslah memosisikan yang di ‘paling depan’ gurunya.

Kita masih perlu mengingat, suatu pendapat yang memojokkan guru, bahwa konon tidak ada siswa bodoh, tetapi gurunya ada. Ini jelas-jelas pendapat yang meremehkan profesi guru.

Mengapa kita tidak menggunakan logika dan menerima pendapat yang lainnya, yaitu kalau ada pendapat, bahwa tidak ada siswa bodoh, itu juga berarti tidak ada guru yang tidak professional. Maka yang ada adalah perbedaan kemampuannya menghadapi rintangan dalam mencapai tingkat professional.

2 Komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, PENDIDIKAN

Penilaian Kinerja Apalagi

Pelibatan seorang bawahan dalam pelaksanaan program, baik secara perorangan maupun masuk ke dalam suatu kelompok atau tim, tentu harus disesuaikan antara kompetensinya dengan kemampuan dan kepentingannya dalam program. Tapi yang tak kalah penting adalah menjaga agar tetap ada rasa terwakili dari berbagai tingkatan dalam proses penyusunan tim serta rasa memiliki terhadap hasil kinerja.

Dan terhadap hasil kinerja itu, cara mengevaluasi dengan menanyakan siapakah mereka yang telah menyelesaikan pekerjaan bisa berdampak lebih baik, ketimbang tim ini siapa bos-nya?

Sebab, bawahan bisa memberikan pujian terhadap seorang bos merupakan hal biasa. Baik itu disertai dengan perasaan jujur tulus ikhlas ataupun berpura-pura. Tapi tentu tidak demikian mudah bagi bos memuji-muji bawahan sekenanya, karena akan berdampak bagi bawahan lain yang tidak mendapatkan pujian. Ujung-ujungnya bos dinilai tidak berkeadilan.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, Kota Reyog, leadership kasek, opini, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, Uncategorized