Category Archives: hari guru

Yang Mudah & Sulit bagi Guru & Kepala Sekolah

YANG MUDAH YANG SULIT BAGI GURU & KEPALA SEKOLAH

Yang mudah bagi kepala sekolah dan yayasannya adalah melengkapi bangunan fisik, fasilitas dan infrastruktur lainnya. Mengapa mudah, sebab kuncinya hanya pada satu kata, yaitu DANA. Dan ketika problem pengumpulan dananya teratasi, maka sekolah walaupun dengan pelahan tapi pasti bisa meningkatkan diri menjadi sangat diperhitungkan di tingkat kabupaten/kota.

Tetapi apa yang sulit bagi kepala sekolah dan yayasan adalah justru yang terpenting, yaitu membangun kualitas sumber daya manusia, terutama guru. Problemnya ada pada komitmen guru, dan kualitas komitmen guru tersebut amat terkait dengan kualitas komitmen kepala sekolahnya dan yayasannya.

Umpamakan saja, jika kereta adalah sekolah dan guru adalah kudanya, maka sekolah yang ingin berjalan maju, haruslah memosisikan yang di ‘paling depan’ gurunya.

Kita masih perlu mengingat, suatu pendapat yang memojokkan guru, bahwa konon tidak ada siswa bodoh, tetapi gurunya ada. Ini jelas-jelas pendapat yang meremehkan profesi guru.

Mengapa kita tidak menggunakan logika dan menerima pendapat yang lainnya, yaitu kalau ada pendapat, bahwa tidak ada siswa bodoh, itu juga berarti tidak ada guru yang tidak professional. Maka yang ada adalah perbedaan kemampuannya menghadapi rintangan dalam mencapai tingkat professional.

2 Komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, PENDIDIKAN

Honorer pusat yang masuk data base BKN adalah 61.215 orang dan honorer daerah 501.390 orang (pengangkatannya dilakukan bertahap 2013 dan 2014 namun untuk tesnya dilakukan serentak pada 2013)

NASIONAL – HUMANIORA

Jum’at, 14 Desember 2012 , 13:08:00

JAKARTA–Sebanyak 16.245 tenaga honorer kategori dua (K2) belum terekam atau belum masuk data base Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hingga akhir November yang terekam baru 562.095 dari total 656.322 honorer K2.

Menurut Kepala BKN Eko Sutrisno, hanya honorer K2 yang masuk data base saja akan diproses. Dimulai dari tahap verifikasi dan validasi tahap pertama kemudian uji publik.

“BKN telah mencetak daftar nama tenaga honorer K2 per instansi sesuai SE MenPAN&RB Nomor 3 Tahun 2012 sejumlah 544.278 orang,” kata Eko kepada JPNN, Jumat (14/12).
Mengapa hanya 544.278 dan bukan 562.095? Eko menjelaskan, karena 17.817 orang merupakan luncuran dari tenaga honorer kategori satu (K1). Luncuran tenaga honorer K1 ini karena sumber pembiayaan gajinya bukan berasal dari APBN/APBD.
“Untuk luncuran dari honorer K1 tidak perlu dicetak lagi daftar namanya, karena sudah ada. Bahkan mereka sudah diverifikasi dan validasi juga,” ujarnya.

Adapun penyebaran data 544.278 honorer K2 itu terdiri atas, 54.760 orang merupakan honorer di 22 kementerian/lembaga dan 489.518 honorer di 492 daerah. Sedangkan luncuran honorer K1, sebanyak 5.945 orang adalah honorer di 15 kementerian/lembaga dan 11.872 orang tersebar di 136 daerah.
“Jadi total honorer pusat yang masuk data base BKN adalah 61.215 orang dan honorer daerah 501.390 orang,” tandasnya.
Lantas kapan mereka diangkat CPNS? Eko mengatakan, pengangkatannya dilakukan bertahap 2013 dan 2014. Namun untuk tesnya dilakukan serentak pada 2013. (Esy/jpnn)

13 Komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, motivasi, opini, pendataan tenaga honorer, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, SELEKSI HONORER, tenaga honorer

Penilaian Kinerja Apalagi

Pelibatan seorang bawahan dalam pelaksanaan program, baik secara perorangan maupun masuk ke dalam suatu kelompok atau tim, tentu harus disesuaikan antara kompetensinya dengan kemampuan dan kepentingannya dalam program. Tapi yang tak kalah penting adalah menjaga agar tetap ada rasa terwakili dari berbagai tingkatan dalam proses penyusunan tim serta rasa memiliki terhadap hasil kinerja.

Dan terhadap hasil kinerja itu, cara mengevaluasi dengan menanyakan siapakah mereka yang telah menyelesaikan pekerjaan bisa berdampak lebih baik, ketimbang tim ini siapa bos-nya?

Sebab, bawahan bisa memberikan pujian terhadap seorang bos merupakan hal biasa. Baik itu disertai dengan perasaan jujur tulus ikhlas ataupun berpura-pura. Tapi tentu tidak demikian mudah bagi bos memuji-muji bawahan sekenanya, karena akan berdampak bagi bawahan lain yang tidak mendapatkan pujian. Ujung-ujungnya bos dinilai tidak berkeadilan.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, Kota Reyog, leadership kasek, opini, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, renungan, Uncategorized

Guru Selalu Dapat Diharapkan, Tersertifikasi atau Tidak

Apa yang menjadi gambaran guru saat ini merupakan hasil dari pembinaan di masa lalu. Kalau masyarakat belum puas dengan kinerja guru pascasertifikasi, maka seyogianya jangan hanya menyalahkan guru.

Tetapi, apapun yang terjadi dalam dunia pendidikan, kita harus selalu berkeyakinan bahwa sesuatu yang baik, bahkan lebih baik dari yang sudah baik akan terjadi di kemudian hari. Kapan itu, yang penting salah satu upaya agar bisa mencapainya pastilah dengan kerja keras dan cerdas, bukan?

Sebab, profesionalisme guru dapat terwujud dengan berjalannya sistem pembinaan yang berkelanjutan dan dilaksanakan tidak hanya demi memenuhi kewajiban karena seolah-olah telah memenangkan tender proyek Pemerintah.

Untuk itu, ada baiknya kita lebih baik berhenti mencela guru dan dunia pendidikan umumnya, daripada terkena tekanan keinginan yang terus-menerus menghendaki kesempurnaan mereka.

Selayaknya memang bagi seorang perfeksionis segala sesuatu harus sempurna. Padahal yang namanya kesempurnaan manusia, seperti kecantikan, hanya ada di mata yang melihat. Maka tak menutup kemungkinan, jika suatu saat merasa telah mencapai kesempurnaan, jadi terkejut ketika orang lain masih bisa menemukan kekurangannya.

Demikianlah sosok dari para guru tersertifikasi atau belum yang diharapkan oleh masyarakat pemangku kepentingan pendidikan. Dan kayaknya pemerintah pun tak tinggal diam tuh. Sehingga bertekad Juli 2012 ke depan akan memulai uji kompetensi akademik bagi semua guru, untuk memetakan kualitas mereka. Repot amat.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, BERITA, calon guru, catatanku, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, motivasi, opini, pedoman sertifikasi guru, petunjuk teknis sertifikasi guru, ponorogo, sertifikasi guru, Uncategorized

Sesungguhnya serius nggak sih pemerintah berniat mengangkat para honorer tertinggal kategori 1 (K1) dan K2 itu jadi CPNS?

Berikut keterangan Wakil Menpan-RB, Eko Prasojo, yang  juga Guru Besar dari Fisipol Universitas Indonesia (UI) itu, saat  diwawancarai wartawan JPNN, Mesya Mohammad, Kamis (25/5).

Saat ini sudah mau masuk pertengahan tahun 2012. Ada nggak pengangkatan CPNS tahun ini untuk kategori yang dikecualikan dalam moratorium?
Selama usulan dari instansi pusat dan daerah memenuhi kriteria yang ditentukan tahun ini tetap kita buka. Bahkan kuota yang kita ajukan sebanyak 134 ribu sudah disetujui. Kuota 134 ribu ini terdiri dari 72 ribu honorer tertinggal kategori satu (K1). Sisanya adalah tenaga pendidik, kesehatan, dan kebutuhan mendesak. Itupun harus kita lihat betul-betul apakah usulannya sesuai kebutuhan atau tidak.

Ketatnya persyaratan, apakah mengurangi minat daerah mengajukan kuota tambahan CPNS?
Kalau berkurang tidak juga. Karena awalnya banyak yang memasukkan, tapi kemudian berkurang dengan sendirinya karena mereka diwajibkan melengkapi semua dokumennya. Di antaranya harus ada analisa jabatan dan beban kerja, prediksi kebutuhan pegawai selama lima tahun ke depan, penataan pegawai. Tanpa dokumen-dokumen itu, usulannya kita kembalikan dan tidak akan diproses. Nah sampai hari ini, baru empat daerah dari 14 daerah pengusul yang memenuhi kriteria (dari sisi kelengkapan dokumennya). Itupun masih harus ditelisik lagi.

Mengapa prosesnya begitu panjang Pak?
Telisik perlu kita lakukan, karena dokumen yang diajukan harus diuji kebenarannya. Kita baru lihat kelengkapan dokumennya, empat daerah sudah ada. Tapi isinya benar-benar sesuai kriteria kan kita belum tahu, makanya akan dianalisa lagi. Analisa hanya menggunakan metode analisis dan perhitungan saja. Tidak ada tim yang akan ke daerah.

Kabarnya nanti begitu data sudah klir, masih harus dibahas lagi dengan DPR?
Tidak lagi, karena itu sudah kewenangan pemerintah untuk mengangkat atau tidak. Berbeda dengan honorer tertinggal K1 karena unsur politisnya ada di dalamnya. Kalau DPR ingin minta klarifikasi, pemerintah harus siap memberikan keterangan.

Bagaimana nasib honorer K1 dan K2?
Setelah masa uji publik honorer K1 saat ini sudah masuk tahap pengujian laporan pengaduan. Tim Kemenpan-RB, BPKP, dan BKN sekarang sedang melakukan investigasi terhadap 1.200 laporan yang masuk ke pemerintah. Jika laporan ini banyak yang benar, otomatis jumlah honorer K1 akan berkurang.

Sedangkan honorer K2, masih tahap pemasukan laporan. Apalagi pemerintah memperpanjang waktu pemasukan datanya hingga 30 Mei mendatang. Tapi yang pasti, seluruh data usulan CPNS baik dari honorer tertinggal dan jalur umum sudah harus masuk terakhir Juni karena lewat itu, tidak akan diproses untuk kebutuhan tahun ini. Tapi untuk kebutuhan 2013.

BKN menyebutkan ada 13 daerah yang meminta tambahan jatah honorer tertinggal yang tidak sempat diajukan 2010. Alasannya, karena saat SE Menpan-RB No 5 Tahun 2010 tentang Verifikasi dan Validasi Honorer K1/K2, ke-13 daerah tersebut belum sempat melakukan pendataan. Bagaimana tanggapan Anda?
Oh tidak bisa lagi. Perlu diketahui daerah, kalau honorer K1 sudah di-closing. Artinya tidak ada lagi tambahan waktu maupun tambahan data. Pemerintah tidak akan memberikan celah untuk memasukkan usulan tambahan. Kalau tidak, kapan selesainya masalah honorer ini. Yang perlu saya tegaskan di sini, pengangkatan honorer tertinggal K1 terakhir tahun ini. Tidak adalagi honorer tertinggal K1 part two.***

Tinggalkan komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, SELEKSI HONORER

Terancam Batal Penerimaan CPNS Tahun Ini

Senin, 13 Februari 2012 , 00:44:00

 “Baru 53 daerah yang masuk, namun belum lengkap juga. Kita masih memberikan deadline hingga Juni mendatang,” kata Wakil Menteri PAN&RB Eko Prasojo, Minggu (12/2).

Jika sampai Juni usulan kebutuhan pegawai untuk tenaga tertentu (tenaga kesehatan, guru, dan tenaga mendesak seperti sipir serta anak buah kapal, juga honorer tertinggal) yang disertai Anjab maupun ABK, belum juga diusulkan ke pusat, berarti penerimaan CPNS ditiadakan. Kalaupun usulan lengkap masuk tapi di atas Juni 2012, maka akan diplot untuk formasi 2013.

“Hitungan pemerintah hanya sampai Juni, karena Juli sudah harus dibahas dengan DPR RI. Kalau lewat Juni, berarti penerimaannya ditunda tahun depan,” ujar Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Penegasan serupa diungkapkan Nurhayati, asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB. “Namanya moratorium, berarti tidak ada penerimaan sama sekali. Kalaupun dalam moratorium ada pengecualian bagi honorer tertinggal, tenaga kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan mendesak, namun ada syaratnya,” tuturnya.

Persyaratan itu, lanjutnya, dirasakan cukup berat bagi daerah. Sebab, hingga saat ini belum ada satupun Anjab dan ABK yang masuk.  Memang, pemerintah telah melatih PNS yang disiapkan sebagai analis jabatan sejak Desember 2011. Hanya saja, belum tentu daerah bisa melaksanakan kewajibannya.

“Setelah usulan lengkap, Kemenpan-RB akan melakukan analisa apakah benar data yang diberikan tersebut. Jadi saya pesimis kalau tahun ini dilaksanakan penerimaan CPNS. Sebab, moratorium diberikan untuk benar-benar menata struktur organisasi kepegawaian di seluruh instansi. Yang lebih pegawainya, diharus mendistristibusikan ke daerah kekurangan,” tandasnya. (esy/jpnn)

Tinggalkan komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, honorer kategori I, honorer kategori II, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, pembelajaran, pendataan tenaga honorer, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, tenaga honorer

Pensiun Massal, Probolinggo Kekurangan Ribuan Guru

Pensiun Massal, Probolinggo Kekurangan Ribuan Guru
Ahmad Faisol | Benny N Joewono | Minggu, 5 Februari 2012 | 23:46 WIB
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko Ilustrasi

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Pada kurun waktu 2013-2015, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo dipastikan akan kekurangan tenaga pendidik atau guru. Pasalnya, guru PNS program SD Inpres yang diangkat bersamaan juga akan pensiun pada tahun yang sama.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Probolinggo Rasid Subagyo, pihaknya jelas akan semakin kekurangan guru, dan hanya bisa berharap ada pengangkatan guru massal lagi seperti dulu.

“Kalau yang diharapkan tidak terjadi, maka akan terjadi krisis guru, terutama di jenjang pendidikan SD. Itu akan mulai dirasakan pada 2013 sampai 2015. Yang diangkat bareng, nanti pensiunnya bareng. Sesuai dengan tahun lahir,” ungkap Rasid.

Kepala Bidang Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Abdul Wahid memprediksi pada 2015 mendatang, jumlah guru SD diperkirakan akan tinggal separuhnya saja dibandingkan dengan jumlah saat ini.

“Itu prediksi jika melihat data untuk kebutuhan guru SD. Kalau SMP dan SMA tidak terlalu berpengaruh karena tidak termasuk inpres,” ungkap Wahid lewat ponsel, Minggu (5/2/2012).

Diketahui, hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo (Dispendik Probolinggo) terhadap jumlah guru di 24 kecamatan menunjukkan, Kabupaten Probolinggo masih mengalami kekurangan guru. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 2.415 guru di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, sampai SMA atau SMK.

Dari 6.364 guru yang dibutuhkan Dispendik, guru yang ada saat ini hanya 3.949 orang. Jenjang pendidikan yang paling “krisis” guru adalah SD, mencapai 1.449 guru. Selanjutnya SMP sebanyak 641 guru, SMK yang kurang 164 guru, dan SMA yang kurang 161 guru.

“Di jenjang pendidikan SMK, hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Ekonomi yang lebih. Masing-masing dari dua pelajaran itu kelebihan hanya satu guru, sedangkan mata pelajaran lainnya mengalami kekurangan guru. Pada jenjang pendidikan SMA, satu-satunya mata pelajaran yang mengalami kelebihan guru adalah Kimia, yakni empat orang. Mata pelajaran lainnya masih kurang,” ungkapnya.

3 Komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, lowongan pekerjaan, PENDIDIKAN, penerimaan cpns, PNS, ponorogo, produk hukum, tenaga honorer