KALAU LAGI NGE-BOSS

Oke Boss, kamu sama aku kemungkinan bisa berselisih pendapat (kalo pendapatan sih pasti, ya), karena aku masih merasakan nikmatnya terobsesi masa lalu, sedangkan kamu tidak sama sekali. Ini yang pernah terlontar di depan ‘My Boss’ eh pimpinanku.

Tapi sebenarnya, orang kalau bicara hari esok, kayaknya sama sederajat kok. Artinya, kami sama-sama dijemput oleh kebelumtentuan. Nah, yang sekarang-sekarang inilah, yang sedang berjalan ini, mari kita jalani saja bersama. Meskipun tetap saja sebagai Boss kamu dituntut untuk berperan sebagai yang terhebat. Ya kan? Masak bawahan yang harus lebih berkualitas melebihinya.

Hanya saja perlu diingat, jika sudah terlanjur muncul yang namanya diskriminasi, yakinlah bahwa tak ada diskriminasi tanpa represi. Sebaliknya, dan tak ada represi tanpa diskriminasi.

Namun Boss, masih saja ada sebagian dari ‘bawahan’mu yang bertahan. Mereka bisa betah berada di posisi terjepit dalam perasaan ketiadaan kesederajatan martabat. Bahkan hingga habisnya masa jabatan Boss, mereka masih saja tak berani ‘polah’. Hal ini cukup membuat heran, padahal cacing saja berkeluget-keluget kalau merasa diinjak. Disakiti.

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, guru dan calon guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s