O, GURU MASIH GURUKAH ANDA?

O, GURU, MASIH GURUKAH ANDA? ~ Tidak sedikit guru yang selama mengantarkan para anak didik menuju puncak prestasi dilakukan dengan senantiasa bersikap gigih, ulet, dan sabar, namun hasilnya tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Apakah secara otomatis guru yang gagal? Apakah selalu berarti kegagalan anak didik adalah kegagalan gurunya? ~ Sebab bila benar kegagalan anak didik adalah kegagalan guru, maka pasti ini cerminan kinerja yang buruk. Padahal kualitas kinerja guru bergantung keberhasilan kepala sekolah. Dan kualitas kinerja kepala sekolah, bergantung keberhasilan atasannya. ~ Tapi masih saja terjadi, keberhasilan anak didik tidak otomatis diakui sebagai keberhasilan gurunya, sehingga membawa penghargaan setimpal terhadap gurunya itu. Kait-mengait kinerja ini seyogianya jangan dihindari, atau diingkari. ~ Sebaik-seburuk apa pun kinerja guru, umumnya pemangku kepentingan pendidikan lebih mengiyakan pendapat para pemegang kekuasaan. Merekalah yang harus dianggap benar. Guru sebagai bawahan boleh bisu ketakutan bila melakukan pembelaan. O, guru, masih gurukah Anda bila kultur sekolah menjadi tidak kondusif seperti itu? ~ Sebab, yang kondusif tentu nampak pada bagaimana kultur sekolah yang tumbuh dan berkembang melahirkan kreativitas, tanggungjawab, dan kebersamaan guru serta seluruh tenaga kependidikan lainnya. ~ Untuk mewujudkan ini merupakan tugas dan tanggungjawab setiap kepala sekolah dalam memberikan jawabannya. Bukan guru atau yang lainnya ! ‪#‎mendidik_diri_sendiri‬, hari ini, 8/7/15

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s