HONORER BAKAL DILENYAPKAN OLEH UU APARATUR SIPIL NEGARA YANG SEKARANG MASIH RUU

Pemerintah telah menetapkan istilah baru untuk sebutan jenis PNS dengan sistem kontrak jangka waktu tertentu. Pegawai negeri jenis ini nantinya disebut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan tidak memiliki nomor induk pegawai (NIP).

Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pedayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Karo Hukmas Kemen PAN-RB) Imanuddin menuturkan, pemerintah tidak menggunakan istilah PNS dengan kontrak jangka waktu tertentu. “Tetapi dalam draf rancangan undang-undang aparatur sipil negara (ASN) sementara, disepakati namanya PPPK,” ujar dia, Minggu (10/2).

PPPK nantinya tidak bisa menjadi PNS secara otomatis. Walaupun kinerja mereka bagus selama menjalankan kontrak.

14 Komentar

Filed under guru dan calon guru

14 responses to “HONORER BAKAL DILENYAPKAN OLEH UU APARATUR SIPIL NEGARA YANG SEKARANG MASIH RUU

  1. TERESIA ANI WIDIASTUTI

    MEMANG GURU TAK ADA HARGANYA,KARENA PEMIMPIN SEKARANG DAN ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT JADI PINTAR KARENA MEMANG BAKAT PINTAR BUKAN JASA GURU.APALAGI GURU HONORER

  2. DURIO ZIBETHINUS SIREGAR

    INDONESIA melenyapkan tenaga honorer YA JELASLAH NAMANYA AJAAAA INDONESIA ……YANG KEPANJANGANNYA MENJADI INSTRUKSI DARI ORANG NEKAD SETELAH IA ATASAN………. TAPI INGAT PAK NANTIII DIDOAIN DARI BERJUTA UMAT DARI TENAGA HONORER BARU GAWAT PAK SEHINGGA INDONESIA TIDAK BISA MENCAPAI TUJUANNYA.

  3. erma suci

    betapa kejamx hati orang2 yg membuat kebijakan. km tdk pernah merasakan bagaimana sengsaranya tenaga honorer k2.

  4. ENDANG SISWATI,S.Pd.AUD

    NN 27 TAHUN JADI GURU TK
    04 AGUSTUS 203
    PUPUS HARAPAN MENJADI PNS NAMUN,,,,,,SEMANGAT SEMANGAT….. KEADILAN SEJATINYA ADA KORBAN KETIDAK ADILAN DARI SUDUT PANDANG DEMI KEBIJAKAN….. PERCAYALAH HANYA SETIAP ORANG BERIMAN YANG DAPAT MERASAKAN KEADILAN YANG SEJATI DAN HIDUP SEJAHTERA BUKAN KARENA MENJADI PNS, …..SEMOGA PARA PEJABAT NEGARA JDAPAT MENJADI ALAT KEADIALAN TUHAN YANG MAHA KUASA

  5. ACHOL LEO

    tolong pikirkan nasib tenaga honorer di daerah pak,khususnya di Kota Balikpapan. knp nasib kami selalu simpang siur. apakah ada kelanjutannya atau tidak.. mohon pertimbangannya pak.

  6. fitri agustin

    jangan cuma honorer k2 yang di pikirkan honor murni/sukarela yang belum masuk k2 jga haru dipkirkan,saya 11 tahun honor diswasta dan 3 tahun honor di SD negri tapi karna saya pindahan dari swasta (ikut swami) sk yang swasta tidak bisa diakui,karna tidak nyambung katanya.padahal saya sama-sama berkiprah dipendidikan mencerdasksn anak bangsa.kenapa harus ada jedah antara swasta dan Negri,kenapa harus ada jedah antara depag dan dinas,tidak kah saza diberi kesempatan ikut k2..?padahal saya sudah punya NUPTK dari awal tahun terbitnya NUPTK:

  7. fitri agustin

    guru honorer jangan dibuat bingung, dengan kebijakan yang dapat memupuskan harapan-kami.kita tahu guru honorer di indonesia masih banyak dibawah garis kemiskinan karna gajih yang masih di bawah rata-rata (150.000-300.000 saja) apalagi didaerah pedesaan. Padahal kami harus mejalani tuntutan profesi Yaitu kuliah S1 dan S2. dengan biaya yang sangat tinggi.dan kami dituntut untuk mendidik lebih profesional sama seperti guru negeri.dan kita tau di indonesia 50 % dari jumlah guru adalah guru honor.mau dibawa kemana nasib kami yang masih honor ini?

  8. KALAU PPPK DIJALANKAN, PANTAU DULU PELAKSANAAN SKB 5 MENTERI KARENA MASIH BANYAK PNS GURU YANG DIPERBANTUKAN DI SEKOLAH SWASTA TDK BISA MASUK KE SATKER NEGERI KARENA SUDAH DITEMPATI GTT. PNS DIKALAHKAN GTT KARENA KEPALA SEKOLAH LEBIH MEMPERTAHANKAN GTT KARENA NEPOTISME. TERUTAMA DI LINGKUNGAN MADARASAH KEMENAG.

  9. Seandainya para Pejabat Pembina Kepegawaian, mau Disiplin, taat dan patuh terhadap PP No. 48 Th 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer, tentunya Kisah-kisah yang menyedihkan yang dihadapi oleh para Tenaga Honorer, tentunya tidak akan berlarut-larut sampai saat sekarang ini. Dengan demikian jelaslah letak kesalahannya dimana.

  10. ALIMUDIN

    Nasib guru honor dan suasta adalah paling menyedihkan dan paling tidak manusiawi pemerintah lepas tangan tidak ada gaji tetap perbulan dari negara. ada juga tunjangan pungsional yang itu tidak semua guru honor dapat dan tidak tiap bulan dan tidak rutin, tahun ini dapat tahun depan tidak. dan itu pun hanya 250.000,- perbulan sungguh tidak manusiawi.
    gaji tukang sampah dipasar saja yang tidk tamat SD paling rendah 500.000,- perbulan.
    guru honor dan suasta yang hampir sarjana S1 semua hanya 250.000,- itupun dibayar 3 bulan sekali bukan tiap bulan bahkan ada yang hanya 75.000 perbulan.
    semua guru honor berusaha lain untuk penghidupan gakkan hidup anak istri kalau hanya mengandalkan gaji guru honor yang hanya 75.000 perbulan itu. semua guru honor ada yang berdagang, ada yang berkebun, ada yang jadi pengusaha dll.
    pemerintah, DPR tidak ada yang perduli dengan para guru honor dan suasta yang jumlahnya sekitar 1000.000 ( satu juta orang )
    bahkan semua memandang rendah, memandang sebelah mata, mencibir, bahkan mengejek guru honor dan suasta.
    kepada saudara- saudara senasib seperjuangan para guru honor dan suasta, Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak akan merubah nasip suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang merubahnya.
    tidak akan berubah nasib para guru honor dan suasta kalau bukan kita sendiri yang merubahnya yang memperjuangkan agar guru honor diberi gaji tetap perbulan rutin dari APBN sebesar satu juta, APBD Propensi sebesar 300.000,- , APBD Kabupaten/ kota sebesar 200.000,- , baik itu yang telah sertifikasi atau belum
    saudara-saudara para guru honor dan suasta kita harus berjuang kita adalah semut kita adalah ikan teri yang tidak ada arti tapi kita rakyat jelata ini punya kekuatan yang maha dahsyat semut itu bisa menumbangkan seekor gajah ikan teri itu bisa menjungkir balikkan kapal induk raksasa sekalipun.
    hampir semua orang besar di republik ini pernah menjadi guru honor dan suasta. SUKARNO presiden pertama indonesia itu pernah ngajar di setiap pembuangan beliau mengajar di sekolah suasta di bengkulu sukarno lama mengajar sampai sampai ketemu dengan patmawati itu, jendral sudirman adalah guru ustadz disekolah muhammadiyah begitu juga jendral nasution pernah mengajar honor jadi guru.
    dan 80% guru PNS itu pernah honor ngajar disuasta.
    guru honor.
    Saudara- saudara mari kita berjuang kita rapatkan barisan siapa yang akan memperjuangkan kita kalau bukan kita sendiri, orang lain mustahil. buktinya,,, apa ada aggota DPR RI yang sidang membahas RUU TENTANG GURU HONOR DAN SUASTA? tidak ada satupun tidak ada diotak para wakil rakyat itu unutk membuat UU guru honor dan suasta untuk menganggarkan APBN sebesar 12 terilyun pertahun untuk 1000.000 guru honor dan suasta.
    Selama ini para caleg para pejabat pilkada hanya memperalat hanya mendulang suara hanya mintak dukungan dengan janji janji yang tidak ada untuk kesejahteraan guru honor dan suasta. masih mending kalau tidak jelas tujuannya untuk kesejahteraan guru honor dan suasta ini sama sekali tidak ada.
    selama ini kita hanya dijadikan sapi perah
    selama ini para guru honor dan suasta selalu dikadalin para caleg para pejabat pilkada.
    kedepan kita sendiri yang maju sebagai caleg
    kita sendiri yang tampil sebagai kepala daerah
    kita punya kekuatan
    kita punya masa
    kita punya kemampuan dan pengalaman waktu kita kuliah sebagai aktipis HMI, PMII, KAMI, GMNI, DLL.
    bahkan kita para guru honor dan suasta yang harus jadi presiden sebagai mana bung Karno dulu.
    perjuangan awal kita kita harus punya wadah berupa organisasi guru honor suasta Persatuan Guru Honor Suasta Indonesia ( PGHSI ) yang ada pengurus dari tingkat Pusat, propensi, kabupaten, kecamatan,.
    yang merupakan organisasi permanen tetap berkesinambungan resmi mempunyai asas pancasila punya AD/ ART. kita para guru honor dan suasta harus ada yang duduk di DPR sebagai anggota parlemen untuk membuat UU kita sendiri harus berjuang.
    saudara saudara kita sendiri yang harus duduk di DPR Itu untuk memperjuangkan UU guru honor suasta kalau para artis mana tau tentang guru honor dan suasta.
    kita para guru honor suasta bebas berpolitik praktis.
    bebas kita memilih partai mana saja. tIDAK ADA Undang Undang Yang mengatur guru honor dan suasta. 10 orang saja guru honor suasta duduk di DPR bisa membuat UU guru honor dan suasta atau paling
    tidak masuk dalam pembahasan RUU guru honor suasta.
    yang mempunyai kekuatan hukum tetap seca konstitusi guru honor suasta harus dibiayai oleh negara melalui APBN, APBDP, APBDK. sekalian kita ingin tau praksi mana yang menolak atau yang setuju.
    kita para guru honor punya guru, punya murid punya keluarga punya sahabat yang jumlahnya bisa puluhan juta.
    KITA PARA GURU HONOR DAN SUASTA BISA JADI DPR
    BISA JADI BUPATI
    BISA JADI GUBERNUR
    BAHKAN BISA JADI PRESIDEN.

    kita bukan sapi perah
    kita bukan pelayan/ babu
    kita bukan budak
    kita para guru
    kita para sarjana
    kita para cerdik pandai
    kita para intelek tual
    kita bisa menjungkir balikkan negara ini. CAMKAN ITU
    TIDAK SEMUA GURU HONOR DAN SUASTA ITU LEMAH. ada yang kuat khairul tanjung itu guru honor suasta punya sekolahan dia.
    xaverius finansial mereka kuat banyak sekolah suasta yang lebih hebat dri negeri.
    untuk itu mari kita berjuang sama sama bergandeng tangan banyak guru honor dan suasta yang makmur. tetapi yang jadi permasalahan tanggung jawab negara tidak ada
    negara tidak adil
    negara lepas tangan
    negara tutup mata tutup telinga
    negara buta dan tuli
    negara hanya mementingkan pns saja

  11. ALIMUDIN

    SAYA MENANGIS MENYAKSIKAN PARA ANGGOTA DEWAN yang tidak tidur semalaman yang saling lobi berjuang ada yang keluar ( Walk Out ) ada yang naik mimbar maju kepodium pimpinan sidang saling serang saling adu argumen bersuara lantang penuh emosional tinggi saling kejar dalam ruangan sidang saling gebrak meja. YaALLAH TUHAN alangkah indahnya itu kalau mereka seperti itu ketika membahas Udang- Undang guru honor dan suasta yang harus dibiayai oleh negara melalui APBN, APBDP, APBDK.
    TAPI SAYANG SERIBUKALI SAYANG MEREKA SEPERTI ITU KARENA membahas pemilihan pimpinan DPR yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan rakyat. mereka seperti itu untuk kepentingan elit partai merka sendiri.

  12. ALIMUDIN

    SATUKAN PERJUANGAN, SATUKAN NIAT, SATUKAN TUJUAN, SATUKAN PERLAWANAN, SAMPAI NEGARA BERTANGGUNG JAWAB, SAMPAI NEGARA TIDAK BUTA DAN TULI, SAMPAI NEGARA TIDAK LEPAS TANGAN. YAITU SAMPAI NEGARA MEMBIAYAI SEMUA GURU HONOR DAN SUASTA TANPA TERKECUALI. MELALUI APBN, APBDP, APBDK. BERDASARKAN UMP.. DENGAN SEGALA CARA TANPA HARUS MENGEMIS, TANPA HARUS MENGIBA, TANPA HARUS BERDEMO, TANPA HARUS TURUN KEJALAN. MELAINKAN DENGAN CARA YANG ELEGAN, KITA TUNJUKAN KEKUATAN KITA. KITA ADU KEKUATAN. KAN BEGITU MAUNYA NEGARA INI.
    HARUS SALING UNJUK KEKUATAN DULU BARU DIPERHITUNGKAN.
    HARUS SALING JEGAL BARU TAU
    HAYO KITA KUAT KUATAN KATA PARA ELIT PARTAI
    KALAU BICARA PINTAR SEMUA, NORMATIP SEMUA, TIDAK JELAS SEMUA, TIDAK ADA KESIMPULAN, TIDAK ADA PANGKAL DAN UJUNGNYA,
    JANGAN PIKIRKAN APA YANG TELAH DIBERIKAN NEGARA TAPI PIKIRKANLAH APA YANG TELAH DIBERIKAN KEPADA NEGARA
    TIDAK USAH MENGAJARI PARA GURU HONOR DAN SUASTA TENTANG SEMBOYAN ITU TIDAK USAH MENGAJARI PARA GURU HONOR DAN SUASTA TENTANG ARTI PATRIOTISME, CINTA TANAH AIR.
    MASALAHNYA ADALAH TANGGUNG JAWAB NEGARA ITU DIMANA?, TIDAK ADA SAMA SEKALI, KEADILAN NEGARA ITU TIDAK ADA

    HMM “DASAR TIDAK BERTANGGUNG JAWAB”

  13. ALIMUDIN

    PARA GURU HONOR DAN SUASTA SEBENARNYA TIDAK MEMPERMASALAHKAN GAJI,, BAHKAN TIDAK DIGAJIPUN MASIH BISA HIDUP. MASIH BANYAK REZEKI ALLAH, masih banyak karuniaNya yang lain.
    Tetapi dilain pihak negara memberikan segala kemewahan kepada PNS, memberikan segala kemudahan, memberikan segala pasilitas negara, askes, tunjangan, dan segala kemudahan dan kemewahan. itu yang tidak bisa diterima oleh para guru honor dan suasta.
    padahal pekerjaan sama bahkan beban kerja kadang lebih banyak guru honor dan suasta yang bekerja, yang aktip. hanya saja yang membedakan nasib.
    sementara negara menjadikan guru honor dan suasta hanya sebagai sapi perah, sebagai babu, sebagai budak, bahkan perlakuan negara kepada para guru honor dan suasta melebihi penjajah kejamnya.

  14. fitriani

    perhatikanlah kami guru honor tk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s