Renung 02

Kalau keterbukaan informasi menjadi keniscayaan, maka dia akan berdampak memicu penyelenggaraan manajemen yang baik. Karena jika informasi telanjur diinformasikan supaya tak hanya aib yang ditransparansikan oleh penyebar berita.

Untuk itu pimpinan dituntut sedikit banyak memiliki sikap pandai menyesuaikan diri, yang pasti bermanfaat ketika lembaganya ditimpa situasi tak terduga. Jika tidak, itu sama artinya dengan diberi ‘pelajaran’ pahit dan mahal oleh hidup ini, sehingga sepantasnya itu dinamai pengorbanan.

Kecuali, Anda bisa menafsirkan simbol-simbol, memaknai isyarat-isyarat, sebab kalau salah tak begitu berisiko. Padahal sebenarnya lebih bermanfaat kalau bisa menafsirkan gejala yang cenderung menguat di masyarakat dan memprediksinya sebagai bagian dari strategi ke depan.

Lalu saya memahaminya demikian: Tidak setiap anak bisa menjadi bintang dalam sebuah kegiatan, tapi setiap anak bisa menuai banyak manfaat dari partisipasi yang giat. Tanpa memperhatikan tingkat keberhasilan yang mereka capai, pengalaman positif yang diperoleh dari keterlibatan ini memberi anak-anak kenikmatan dan kepuasan yang sangat besar dan menawarkan pelajaran yang sangat berharga yang bisa mereka gunakan di bagian lain kehidupan mereka. (Jim Taylor, Ph.D. ‘How to Raise A Succesful and Happy Children’)

Tinggalkan komentar

Filed under guru dan calon guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s