Jelang Berbuka di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1433 H

Yang jelas berusaha agar tak menyinggung perasaan mereka yang puasanya besok, supaya perbedaan ini bermakna indah. Kok bisa?

Biasanya ada sekelompok remaja yang berkeliling di jalan-jalan kampong untuk gugah sahur, nah, karena puasanya tak berbarengan, kegiatan itu ditunda tentunya. Toleransi bukan?

Tapi termasuk keluarga saya, anehnya jadi terpengaruh. Artinya, kami terlambat bangun untuk makan sahur, sehingga tidak dapat menyempurnakannya, alias tanpa makan sahur sama sekali.

Barangkali karena masih hari pertama, tampaknya walaupun tak makan sahur semuanya tetap menampakkan kesegaran, dan bertahan, Insyaaallah.

Jadi, orang bisa berbeda tapi kalau tetap saling bertoleransi,dan  tidak saling menonjolkan kebenaran sendiri, maka di sanalah akan nampak indahnya yang disebut perbedaan.

 

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, catatanku, INFO, informasi, Kota Reyog, motivasi, opini, ponorogo, ramadhan, renungan, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s