Guru-Guru Gembira Lagi Karena RAPBN 2010 Presiden Naikkan Tunjangan Profesi Guru

Presiden Usai Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meninggalkan gedung Nusantara I, kompleks DPR, Jakarta usai memberikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-65 RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD, Senin (16/8/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Para guru di Indonesia pantas menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Siang ini dalam penyampaian Pidato Nota Keuangan dan Pengantar RAPBN 2011 di Gedung MPR/DPR Senayan, Senin (16/8/2010) siang, Presiden mengungkapkan komitmen Pemerintah untuk menaikkan tunjangan profesi guru.

Kenaikan tunjangan ini melengkapi kebijakan kenaikan gaji guru pegawai negeri sipil sebesar 10 persen pada tahun 2011, seperti yang telah diungkapkannya dalam bagian awal pidatonya. Pemerintah pun bakal memberikan gaji ke-13 pada tahun anggaran  yang sama.

Kenaikan tunjungan profesi guru tercatat mencapai besaran 56 persen, dari sebelumnya Rp 6,1 triliun pada APBN-P 2010, naik menjadi Rp 17,1 triliun. “Selain untuk melanjutkan kebijakan untuk memberikan tambahan penghasilan, bagi guru PNS SD yang belum memperoleh tunjangan profesi guru, pada tahun depan kita juga masih menganggarkan dana tunjangan tambahan penghasilan guru sebesar Rp 3,7 tiliun,” demikian ungkap Presiden.

Dikatakan Presiden, dengan peningkatan kesejahteraan guru ini, para guru diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik sesuai dengan tanggung jawabnya. “Demikian pula pada tahun 2011 mendatang, kita juga masih mengalokasikan dana insentif daerah bidang pendidikan sebesar Rp 1,4 triliun,” ungkap Presiden lagi.

Sebelumnya, Presiden mengatakan, dengan kenaikan gaji bagi PNS sebesar 10 persen, maka guru berpangkat terendah dengan gaji Rp 2.496.100 bertambah menjadi Rp 2.654.000 per bulan.

<!–/ halaman berikutnya–>

Penulis: Suhartono   |   Editor: Glori K. Wadrianto

12 Komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, kebijakan pemerintah, Kota Reyog, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, SERTIFIKASI, sertifikasi guru, sertifikasi guru depag, sertifikasi guru diknas, yayasan

12 responses to “Guru-Guru Gembira Lagi Karena RAPBN 2010 Presiden Naikkan Tunjangan Profesi Guru

  1. by jabon

    sekarang guru kaya pekerjaan yang amrih ya karena semuanya berujung pad duit

  2. nokki

    alhamdulillah, kalau demikian saya bisa bayar pembantu mengurus rmh, bisa lebih fokus kerja.

  3. Efrasi

    Dana Sertifikasi Guru 2009 masih dalam Proses, Betul Atau Tidak?

    • masedlolur

      berdasarkan Permenkeu 101/PMK.05/2010 tgl 12 mei 2010, pembayaran tunjangan profesi melalui dua jalur, PNS melalui APBD Kab/Kota, dan non PNS melalui DIPA Dinas Pendidikan Provinsi, dan saat ini sedang taraf penyelesaian pemberkasan yang di deadline tanggal 2 Sept 2010.

  4. untuk dapat sertifikasi guru TK butuh mengabdi berapa tahun????makasi

    • masedlolur

      kriteria urutan prioritas: 1) masa kerja sebagai guru, 2) usia, 3) pangkat dan golongan, 4) beban kerja, 5) tugas tambahan, 6)prestasi kerja.
      Penjelasan kriteria urutan prioritas penetapan peserta sebagai berikut.
      a. Masa kerja sebagai guru
      Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS.
      Contoh perhitungan masa kerja:
      Contoh 1
      Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum
      diangkat PNS telah mengajar sebagai tenaga honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G”
      dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai guru yaitu 15 tahun 7 bulan.
      Contoh 2
      Guru “R” adalah guru bukan PNS yang sudah bekerja di beberapa SMP swasta sejak bulan Januari 1990 sehingga jika
      dihitung secara kumulatif masa kerja guru “R” sampai bulan Juni 2010 adalah 18 tahun 6 bulan. Namun, guru “R”
      tersebut pada tahun 2005‐2010 tidak mengajar selama 24 bulan karena alasan keluarga. Masa kerja guru “R”
      sesungguhnya adalah 16 tahun 6 bulan setelah dikurangi 24 bulan tidak mengajar. Bagi guru bukan PNS harus ada bukti
      fisik bahwa yang bersangkutan mengajar pada sekolah tersebut.
      Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2010

      b. Usia
      Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.
      c. Pangkat/Golongan
      Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru.
      Kriteria ini khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing.
      d. Beban kerja
      Beban kerja adalah jumlah jam mengajar tatap muka per minggu yang diemban oleh guru saat didaftarkan sebagai
      peserta sertifikasi guru.
      e. Tugas tambahan
      Tugas tambahan adalah jabatan atau tugas yang diemban oleh guru pada saat guru yang bersangkutan diusulkan
      sebagai calon peserta sertifikasi guru. Tugas tambahan yang dimaksud misalnya Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah,
      Ketua Program/Jurusan, Kepala Laboratorium, Kepala Bengkel, Kepala Unit Produksi Satuan Pendidikan, Kepala
      Perpustakaan Sekolah, atau Ketua Program Keahlian.
      f. Prestasi kerja
      Prestasi kerja adalah prestasi akademik dan atau non akademik yang pernah diraih guru atau pembimbingan yang
      dilakukan guru dan mendapatkan penghargaan baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun
      internasional. Di samping itu, prestasi kerja termasuk kinerja guru dalam melaksanakan tugas sehari‐hari.
      Dinas pendidikan kabupaten/kota membuat daftar urutan prioritas guru, apabila ada guru memiliki masa kerja yang sama
      maka diurutkan berdasarkan kriteria berikutnya yaitu usia.

  5. nurwiyadi

    Apa bila guru PAI yang sudah sertifikasi guru kemudian diangkat menjadi pengawas PAI/satuan pendidikan, apakah akan disertifikasi pengawas lagi atau tetap berlaku sertifikasi gurunya? trims

    • masedlolur

      Sertifikat Profesi Guru bukan sertifikat pengawas guru. Jadi sepengathuan saya, teman-teman yang diangkat menjadi pengawas, sudah tidak berhak mendapatkan lagi tunjangan profesi pendidik. Mereka mesti bersertifikat pengawas dulu.

  6. Bagaimana dengan guru agama SD yang berada dibawah kementerian agama, yang belum sertifikasin, mengapa terkesan dianak tirikan, tambahan penghasilan juga belum terima, sertifikasi juga sepertinya sulit? bls

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s