Gaji Guru Lebih Besar dari Perdana Menteri

Rabu, 14 Juli 2010 07:43 WIB | Mancanegara | Unik | Dibaca 1819 kali

Gaji Guru Lebih Besar dari Perdana Menteri

Jakarta (ANTARA News) – Seorang kepala sekolah SD di Inggris, Mark Elms, memperoleh gaji tahunan 276.523 pound (sekitar Rp 3,79 miliar) atau lebih besar dari Perdana Menteri David Cameron yang 142.500 pound (sekitar Rp1,95 miliar).

Seperti diberitakan Mailonline, Elms yang mengepalai suatu SD di tengah kota dengan 335 siswa, adalah satu dari 100 guru yang bergaji di atas 150 ribu pound (sekitar Rp1.95 miliar).

Gaji mereka mengejutkan karena rata-rata gaji kepala sekolah di Inggris adalah 55 ribu pound (sekitar Rp750 juta)

Serikat guru menuding gaji besar itu sebagai “tamparan” bagi guru dan asisten yang bergaji tak besar.

Serikat guru di Inggris mengidentifikasi 11 kepala sekolah di London yang bergaji lebih dari 150 ribu pound dan sebagian di antaranya masih menikmati kenaikan gaji meski negara itu sedang resesi.

Terungkapnya gaji besar itu hanya berselisih beberapa hari setelah Menteri Pendidikan Michael Gove meminta agar kepala sekolah tidak bergaji lebih dari Perdana Menteri.

Gaji lebih dari 150 ribu pound biasanya diberikan kepada kepala sekolah menengah yang muridnya banyak dan ada di wilayah dengan biaya hidup tinggi serta siswa yang kurang bisa berbahasa Inggris.

Para pejabat yang memberi Elms gaji luar biasa itu sedang diselidiki dan diberi teguran oleh pemerintah setempat.

Elms adalah kepala sekolah Tidemill Primary School di Lewisham, South-East London.

Komponen gajinya terdiri dari gaji pokok sekitar 82 ribu pound, 10 ribu pound untuk jam lembur, dan 9300 pound untuk untuk pekerjaan yang dilakukan pada tahun ajaran di 2008/09.

Dia juga menerima pembayaran sebesar hampir 103 ribu pound dari program pemerintah “City Challenge”, yang sasarannya adalah mengejar pengentasan di wilayah tertinggal.

Gaji Elms tahun 2009/10 diperkirakan melebihi semua kepala sekolah negeri maupun swasta bahkan kepala sekolah terkenal Eton College yang bergaji 199 ribu pound termasuk tunjangan dan dana pensiun. (A038/BRT)

COPYRIGHT © 2010

15 Komentar

Filed under BERITA, calon guru, catatanku, CPNS, GTT, GURU, guru dan calon guru, guru honorer, guru swasta, hari guru, honorer, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, Kota Reyog, leadership kasek, motivasi, opini, PENDIDIKAN, PNS, ponorogo, produk hukum, ptt, tenaga honorer

15 responses to “Gaji Guru Lebih Besar dari Perdana Menteri

  1. bener-bener gila gajih seorang kepala sekolah seperti itu !!

  2. wahyu

    kesenjangan yg tajam.seperti bumi dan langit dengan gaji GTT.seharusnya pemerintah mendahulukan yang honorer dan GTT,jangan ngurusin sertifikasi dulu.dana untuk sertifikasi kan dapat digunakan utk kesejahteraan honorer dan GTT.karena sertifikasi GTT jadi “tercekik”.bahkan ada sekolah yg tega “membuang” GTT karena jamnya sudah diisi PN yg harus 24 jam karena tuntutan sertifikasi.sekarang ada SE tentang pendataan guru honorer dan GTT,tapi lagi-lagi saya dan teman-teman seangkatan yang SK nya Juli 2005 harus menelan ludah karena kurang dari satu tahun.masak tidak ada kebijakan untuk kami yang kurang dalam hitungan bulan saja?

    • masedlolur

      semoga curhat anda ini mendapatkan perhatian dari para pihak yang berwewenang, terimakasih

      • irvan

        Masukan untuk pemerintah tentang SE Menpan no 5 Tahun 2010 untuk kategori II:

        Kalau Daerah memang benar-benar punya itikat baik dan jalannya Pendataan lurus tidak main dari belakang mestinya pendataan untuk kategori II dilaksanakan sebagai berikut:
        1. Petugas Pendataan harus datang secara tiba-tiba ke Dinas, Kantor, Sekolah
        2. Petugas langsung bertanya kepada Kepala kantor, Kepala Dinas, Kepala Sekolah apakah ada tenaga honorer yang bekerja tanggal 01 Januari 2005. Karena bisa saja nama yang telah diterima BKD telah dipalsukan atau datanya tidak valid. Karena data yang diterima oleh BKD berdasarkan data yang dikirim oleh dinas-dinas.
        3. Apabila ada, Petugas langsung memanggil dan bertanya kepada tenaga honorer kategori II apakah tenaga honorer tersebut mempunyai SK 01 Januari 2005
        4. Petugas langsung menanyakan atau minta bukti-bukti bahwa tenaga honorer kategori II tersebut memang bekerja minimal tanggal/SK 01 Januari 2005 seperti SK pengangkatan pertama kali bekerja, absensi pertama kali bekerja, daftar gaji pertama kali bekerja dll.
        5. Mengapa ini dilakukan mendadak?? Karena dengan tiba-tiba maka untuk manipulasi data juga tidak bisa, apalagi langsung bertanya kepada yang berwenang dan bertanya langsung kepada tenaga honorer kategori II, karena dengan datang mendadak atau tiba-tiba maka mereka tenaga honorer kategori II yang palsu pasti tidak dapat menunjukkan bukti-bukti tertulis seperti SK pengangkatan, Absensi, daftar gaji. Jika cuma mengecek nama tapi yang berwenang dan yang bersangkutan tidak menunjukkan bukti tertulis seperti SK, Absensi, daftar gaji sama saja ini bohong dan saya rasa hanya buang-buang anggaran Negara saja untuk merekrut PNS palsu dari kategori II, karena Kepala kantor, Kepala Dinas, Kepala Sekolah mereka bisa saja berbohong dan dengan segera keesokan harinya membuat absensi palsu, SK palsu, daftar gaji palsu karena mereka kategori II memang datanya mudah dibuat dan dipalsukan karena dalam kategori II tidak punya peraturan atau payung hukum yang kuat untuk jadi patokan atau landasan hukum jadi untuk pemalsuan data lebih mudah.
        6. Untuk Kategori II terlalu Rawan penyalahgunaan Jabatan
        7. Untuk Kategori II terlalu Rawan pemalsuan data (SK palsu, Absensi fiktif, daftar gaji fiktif dll)
        8. Untuk Kategori II terlalu Rawan terhadap makelar SK
        9. Untuk Kategori II terlalu Rawan segalanya
        10. Untuk Kategori II Buang-buang anggaran Negara dan habiskan waktu Pemerintah saja
        11. Untuk Kategori II pemerintah atau BKN kalau memang serius dan tidak main asal angkat PNS harus mendampingi terus jalannya pendataan……

  3. purwadi

    kalau negara ini mau generasi ini ruaaar biasssssa….! bagus juga seperti inggris, biar guru-guru itu kensentrasinya bisa penuh dan ndak mikir cari tambahan penghasilan… gitu lho!

  4. galeri

    di indonesie juga udah mulai kayak gitu sekarang anggarana pendidi
    kan lari ke gaji guru , di sebuah desa gaji pembantu 300 ribu ,sementara gaji guru sertikasi mencapai 9 juta dengan rincian guru yang udah lama kerja gaji 4 juta + tunjangan 1 juta + sertivikasi gaji 4 juta jadi deah 9 juta , gaji seorang tukang bangunan 25 -45- ribut di desa aku pemerintah udah emnciptakan jarak yang besar sekali itu artinya perbandngan anntara gaji guru sama pembantu 29 kali lipat, sementara di usa gaji guru 5000 $ gaji pembantu 1500 $ enggak lebih dari 3 kali lipat jadi jaraka merka enggak jauh sekarang aku sebut negaraku negara kapitalis yang miskin tambah miskin yang kaya tambah kaya, sekot swasta pun di desak dengan banyak pajak untuk membayar sertivikasi guru yang udah jadi pegawai negeri, seharusnya untuk menciptakan keadilaan sertivikasi tidak perlu di berikan kepada guru yang sudah jadi pegawai negeri mending di bagi pada para guru tk di desa yang gaji merka kasih 200ribut sebulan

  5. ANDI SAPUTRA SINAGA

    Gaji PNS IV/a bisa 4,3 juta plus Sertifikasi dapat 8,6 juta PNS
    di Simalungun,
    Namun ada sangat berbading terbalik, guru Honor yayasan swasta, hanya meperoleh 200 ribu perbulan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s