Guru dan Calon Guru vs Keribetan Sekolah/Madrasah Swasta Ketika Guru-Gurunya Pergi Menjadi CPNS

Melepaskan kepergian seseorang karena di tempat yang baru ia akan memperoleh yang serba berlebih adalah sebuah kebahagiaan, baik bagi yang ditinggalkan maupun yang diberangkatkan. Dalam konteks sekolah/madrasah peristiwa ini terjadi setiap tahun, ketika guru-guru mengantarkan siswa-siswanya yang lulus guna menempuh pendidikan berikutnya.

Namun, bagaimana bila yang pergi itu adalah guru-guru handal? Mereka harus angkat kaki meninggalkan sekolah/madrasah yang lama, karena statusnya telah berubah menjadi CPNS dan diangkat di sekolah/madrasah baru. Bagi kepala sekolah/madrasah, fenomena ini selalu membangkitkan perasaan seakan-akan sekolah/madrasah swasta hanya berfungsi sebagai batu pijakan buat meloncat ke arah sekolah/madrasah negeri.

Tidak bisa dipungkiri, faktor eksternal yang menyebabkan gagalnya pengoptimalan manajemen perencanaan sekolah/madrasah swasta dipicu oleh perekrutan guru-guru CPNS yang dilaksanakan di tengah-tengah tahun ajaran. Sehingga menyebabkan turbulensi dalam efektivitas proses pembelajaran.

Lebih-lebih lagi, ketika beberapa kepala sekolah/madrasah negeri tergesa-gesa menerima mereka untuk langsung mendapatkan tugas mengajar. Ini menyebabkan tidak mudahnya pihak sekolah/madrasah swasta yang ditinggalkan dapat segera menormalkan keadaan dengan mengangkat guru baru menggantikan mereka. Dan akan semakin tidak gampang, bila mereka yang pergi itu ternyata telah memiliki tugas mengajar melebihi 24 jam.

Himpitan persoalan bagi kepala sekolah/madrasah swasta ini semakin diperberat oleh sikap dingin beberapa orang kepala sekolah/madrasah negeri yang seolah tidak mau tahu apalagi peduli, dengan menerapkan disiplin kaku mereka kikir membagi sedikit waktu guru-guru CPNS barunya dengan sekolah/madrasah swasta di mana mereka semula berasal. Sebab, beberapa orang guru CPNS itu hanya dibebaskan dua hari untuk melanjutkan apa yang sudah dimulainya di sekolah/madrasah swasta di mana mereka berasal. Bahkan ada kepala sekolah/madrasah negeri yang dengan telaknya mengikat kencang guru CPNS baru dengan hanya memberi waktu kosong satu hari (!)

Kepala sekolah/madrasah negeri sama sekali tidak mempertimbangkan bagaimana kualitas guru-guru CPNS baru tersebut. Kebanyakan guru-guru jebolan sekolah/madrasah swasta bukanlah SDM yang berkualitas kemarin sore. Di antara mereka sudah banyak yang menjadi somebody. Menduduki jabatan wakil kepala, atau paling tidak wali kelas bertahun-tahun, dan banyak tugas tambahan yang lain. Apakah pengalaman-pengalaman seperti ini tidak akan berguna sama sekali di sekolah/madrasah negeri?

Oleh karena itu, seyogianya kepala sekolah/madrasah negeri bisa bersikap melunakkan hati berbagi solusi dengan kepala sekolah/madrasah swasta mengenai persoalan guru-guru CPNS baru yang semula berasal dari sekolah/madrasah swasta tersebut. Bersikeras dengan argumen takut menyimpang dari melaksanakan peraturan perundang-undangan, akan menjadikan persoalan seperti adu kekuatan sambil menepuk dada, siapa berkuasa atas siapa. Nah, kalau sudah begini solusi menang-menang tidak akan pernah dicapai. Kapanpun.

Di sisi lain, tentu masih ada beberapa orang kepala sekolah/madrasah negeri yang mampu bersikap bijak dan luwes, karena memahami bahwa apapun situasinya, sekolah/madrasah swasta adalah mitra. Mereka memberi kesempatan kepada kepala sekolah/madrasah swasta mempertahankan guru-guru CPNS itu untuk menyelesaikan tugasnya hingga habis tahun ajaran yang tengah berjalan. Baru kemudian mereka dikenai kewajiban penuh di sekolah/madrasah negeri tersebut. Inilah solusi menang-menang yang sangat diharapkan oleh kepala sekolah/madrasah swasta. Kapanpun.

Tinggalkan komentar

Filed under bhp, calon guru, guru dan calon guru, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, kepala sekolah/madrasah, kurikulum, kurikulum dan pendidikan, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, PENDIDIKAN, ponorogo, produk hukum, yayasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s