Guru dan Calon Guru vs Pertanyaan-Pertanyaan Klise Seputar Keprofesian Guru Profesional Dan Jawaban Sih Bisa Oke Tapi Realisasi Masih Nggak Kece

Mengapa pemerintah ingin lebih dulu mencetak guru profesional ketimbang lebih dulu membuat guru sejahtera?
Mengapa orang suka mengolok-olok guru tidak profesional?
Mengapa orang tidak suka memberikan solusi peningkatan kesejahteraan guru?

Apakah keprofesionalan tidak identik dengan kesejahteraan?
Apakah guru profesional dapat dicapai tanpa kesejahteraan guru?
Apakah kesejahteraan guru tidak menjadi jaminan bagi keprofesionalan guru?
Apakah hanya keprofesionalan guru yang menjadi jaminan bagi mutu pendidikan?
Apakah kesejahteraan guru tidak menjadi jaminan bagi mutu pendidikan?

Bukankah guru PNS seharusnya sejahtera?
Bukankah guru PNS seharusnya profesional?
Bukankah seharusnya itu jaminan bagi mutu pendidikan?

Jadi, apakah visi menjadi guru PNS bagi setiap guru bukan PNS disebabkan oleh alasan menjadi profesional, atau menjadi sejahtera, atau kedua-duanya, atau mewujudkan idealisme mutu pendidikan?

Tapi, terlalu banyak guru swasta (guru bukan PNS) yang tidak sejahtera, bukan?
Dan terlalu sedikit jumlah atasan guru yang tidak sejahtera, bukan?
Tapi terlalu banyak guru swasta (guru bukan PNS) yang tidak profesional, bukan?
Dan terlalu sedikit jumlah atasan guru yang profesional, bukan?

Educational change depends on what teachers do and think (and how many incentives they take. masedlolur) – it’s as simple and as complex as that.

3 Komentar

Filed under artikel, BERITA, catatanku, CPNS, GURU, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, pemilu 2009, PENDIDIKAN, ponorogo, SERTIFIKASI, yayasan

3 responses to “Guru dan Calon Guru vs Pertanyaan-Pertanyaan Klise Seputar Keprofesian Guru Profesional Dan Jawaban Sih Bisa Oke Tapi Realisasi Masih Nggak Kece

  1. caya mirza

    yaaa… apakah urung saja tuk jadi guru?
    toh tetep aja nasibnya jadi kaya gitu!
    sebagian besar orang jadi guru katanya karena tersesat di jalan yang benar!
    =======
    masedlolur:
    kata orang Jowo, urung artinya belum!
    jadi, kenapa nggak diteruskan?
    dijamin nggak bakalan sesat, kok!

  2. caya mirza

    tambahan… untuk yang blum jadi guru…
    (just the simpel opinion from an ordinary people)
    ========
    masedlolur:
    just a good comment, too!

  3. Mas, mungkin tulisan ini bisa didiskusikan dengan tulisan saya di http://muhammadirfani.wordpress.com/2009/02/05/guru-antara-idealisme-dan-pragmatisme/
    =========
    masedlolur:
    Bung Usep, undangan Anda saya terima
    Tapi sabar nunggu ulasan saya ihwal tulisan Anda tsb.

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan ke caya mirza Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s