Guru dan Calon Guru vs Upaya Nge-Charge Keberadaan Guru-Guru Senior (Usia 50 Tahun Ke Atas) Sebelum Sertifikasi Guru 2009

Guru Senior jangan dilibas, tapi di-charge! Nge-charge-nya dengan melalui in house training semacam PLPG di sertifikasi guru, atau Bintek KTSP, atau kegiatan lain. Dari serangkaian aksi nge-charge tersebut, guru senior yang merasa sudah uzur pasti sesuai dengan seleksi alam akan rontok dengan sendirinya. Dan yang survive akan berlenggang  memasuki era perubahan dengan penuh senyuman.

Melibas guru-guru senior dengan cara mengeliminasi memang berisiko. Alih-alih mem- PHK walau dengan hormat, lebih aman dengan mengurangi jam mengajarnya. Sebaiknya ini dilakukan demi menghargai pengabdian guru-guru senior tersebut, tapi jangan langsung dibabat habis sampai dinolkan, atau bentuk-bentuk peminimalan lainnya.

Idealnya, keberadaan guru-guru senior di sekolah mampu menjadi salah satu asset pendidikan yang layak dipertahankan. Pengalaman dan  kepakaran guru-guru senior harus dapat dibanggakan sebagai sekumpulan brain ware yang menjadi jaminan paling dapat dipercaya bagi terjaganya mutu sekolah.

Tetapi, kalau kondisi dan situasi yang melingkupi kinerja mereka baik, dan atasan berkeinginan mempertahankan senioritas, ini harus dimaknai agar mereka itu sering-sering di-charge. Bukan terburu-buru dimarjinalkan, bahkan tega diancam-ancam untuk dilibas. Mengingat, Pasal 66 dalam PP 74/2008 tentang Guru pun masih mempertahankan keberadaan mereka yang berusia 50 tahun ke atas dan pengalaman mengajar 20 tahun, meskipun belum S1/D4, dan memberi kesempatan memperoleh sertifikat profesi.

Berbeda halnya apabila guru-guru senior itu malah membebani perjalanan kemajuan sekolah. Bagi mereka ini, senioritas hanya diukur dari panjangnya umur seiring dengan usia sekolah, ompongnya gigi dan lebatnya rambut putih, dengan aspek intelektual atau  pemikiran yang sudah kedaluwarsa. Jika kompetensi mereka hanya sebatas itu, terus mau bagaimana lagi? Okelah, (maaf)  libas saja! Atau, beri peluang biar menikmati proses sertifikasi guru 2009, sesuai PP 74/2008 pasal 66 itu kalau mampu.

Mungkin tak sadar telah mengeksploitasi budaya sungkan orang Timur (Jawa) untuk tetap nongkrong di kursi keseniorannya, tanpa ada yunior yang berani mengusiknya. Kok, enak!

1 Komentar

Filed under artikel, BERITA, catatanku, CPNS, GURU, guru swasta, hari guru, INFO, informasi, kebijakan pemerintah, leadership kasek, motivasi, opini, pembelajaran, pemilu 2009, PENDIDIKAN, ponorogo, SERTIFIKASI, yayasan

One response to “Guru dan Calon Guru vs Upaya Nge-Charge Keberadaan Guru-Guru Senior (Usia 50 Tahun Ke Atas) Sebelum Sertifikasi Guru 2009

  1. Kulonuwun pak…!
    Memang susah kok Pak, merubah budaya meskipun itu kurang baik. Meskipun sangat merugikan diri kita, orang lain dan negara, tapi tetap aja banyak guru “sepuh”, tidak mau Nge-charge dirinya (Tapi juga banyak lho pak, yang muda juga males-males…). Tapi tuntutan kesejahteraan nomor satu, buktinya banyak guru dikit-dikit demo…Karena selama ini guru sudah dininabobokkan dengan “zona kenyamanan”. Males vs rajin ya penghargaannya sama. Apalagi dengan model sertifikasi potofolio kayak sekarang, bikin yang muda semakin males, karena “Kualitas n profesional” kok dihitung dominan dari “umur n masa kerja”. Pakai rumus matematika pun juga ndak ada yang cocok, he…he. Maturnuwun…
    ========
    masedlolur:
    begitulah, Jeng Atik, keadaan dunia pendidikan kita
    mau terus begini?
    ya, biar dijawab para atasannya atasan dari atasannya atasan guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s